Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kadisdik Aceh Rachmat Fitri Instruksikan Benahi Seluruh Sekolah di Aceh

Senin, 25 November 2019 | 11.36 WIB Last Updated 2019-11-29T12:47:01Z
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD, MPA meninjau salah satu sekolah (Foto: Ist)
wartanasional.co, Banda Aceh - Pemerintah Aceh saat ini sedang melakukan Program Gerakan "Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau (BEREH)". Gerakan itu merupakan inisiasi Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, untuk dijalankan Seketaris Daerah ( Setda) Aceh dr. Taqwallah M.Kes.

Tujuannya, sebagai bagian dari tugas untuk meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara ( ASN). Awalnya, diimplementasi pada lingkungan tempat kerja Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA).

Lalu, Gerakan "BEREH" berlanjut hingga ke kabupaten dan kota. Tujuannya,  untuk pembenahan, salah satunya lingkungan pendidikan atau sekolah yang ada di seluruh Aceh.

Sampai saat ini, sebanyak 524 Sekolah Menegah Atas ( SMA)  dan 74 Sekolah Luar Biasa ( SLB)  di Provinsi Aceh, yang dikelola Dinas Pendidikan Aceh sudah dibenahi. Bukan hanya itu, SKPA ini juga mengelola 217 SMK yang tersebar di seluruh Aceh.

Gerakan "BEREH" ini,   juga dijalankan pada daerah terpencil dengan dukungan atau support dari bupati dan wali kota serta wakil yang melibatkan Sekda Kabupaten dan Kota.

Semua ini, sebagai usaha meningkatkan kinerja agar secara serentak manfaat dari pelayanan publik makin maksimal dan meluas.

Setda Aceh Taqwallah bertemu dengan para guru (Foto: Ist)
Pemerintah Aceh melalui Sekretaris Daerah Aceh, dr Taqwallah, M.Kes bersama Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA beberapa waktu lalu, melakukan kunjungan kerja dalam rangka percepatan penerapan Program Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau (BEREH).

Sasarannya, sejumlah fasilitas umum (Sekolah, Puskesmas, Kantor Camat, Masjid dan Meunasah) yang ada di Kabupaten atau Kota se Aceh.

Dalam kunjungannya, Sekda Aceh turun langsung memeriksa satu persatu ruangan yang ada di sekolah-sekolah, memastikan program ini berjalan hingga pelosok daerah.

Tidak ada yang luput dari perhatiannya, setiap sudut ruangan diperiksa agar terlihat bersih dan rapi, termasuk melihat kebersihan kamar mandi sekolah.

Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah mengatakan, program "BEREH" dilakukan Pemerintah Aceh sebagai upaya membuat Aceh menjadi daerah unggulan di masa depan.

Katanya, anak yang lahir di masa sekarang, adalah generasi yang nantinya akan memimpin Aceh. Karenanya, perlu dijaga demi kemajuan daerah di masa depan.

“Para kepala sekolah dan guru, camat, hingga kepala desa adalah mereka yang telah diberikan salah satu slot masuk surga. Namun tiket itu bisa gugur jika layanan bagi masyarakat tidak maksimal. Semua pelayan masyarakat harus dapat memberikan layanan terbaik sehingga tiket surga itu memang benar-benar menjadi hak mereka,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Aceh itu.

Dia menyebutkan, sedikitnya ada tiga hal yang harus dipenuhi oleh pelayan masyarakat ini, yaitu sabar, komunikatif dan cita rasa. Sehingga akan lahir pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Kita harus sabar dalam memberi pelayanan. Sebagai pemimpin kita harus komunikatif dalam melayani ke bawah dan kita harus punya cita rasa. Tidak ada yang langsung sempurna. Semua perlu perbaikan. Jangan pernah kecewa dengan yang gagal. Gagal itu adalah pembelajaran,” ujarnya.

Gerakan "BEREH" yang awalnya dipimpin Sekda Aceh ini diharapkan mampu membangun keteladanan, dibawah arahan Sekda kabupaten/kota dan menjadi teladan bagi ASN itu sendiri.

Manfaatnya, akan dipetik langsung masyatakat dalam wujud pelayanan publik maksimal.

"Dalam perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain, saya kerap terhadirkan visualisasi rakyat yang mendapatkan haknya. Sebab produktivitas ASN yang berkerja dilingkungan tempat kerja yang makin "BEREH," ceritanya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD, MPA telah melakukan kunjungan kerja, menyambangi sejumlah fasilitas yang ada di sekolah-sekolah. Tujuannya, untuk memastikan program "BEREH" berjalan dengan baik di daerah.

“Sekolah sebagai tempat belajar harus terlihat indah dan rapi agar guru dan siswanya nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran,” katanya.

Kadisdik Aceh juga telah menginstruksikan kepada 20 Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Kabupaten/Kota serta seluruh kepala sekolah untuk membenahi kondisi sekolahnya masing-masing.

“Dengan budaya bersih, kita akan sehat dan pekerjaan menjadi nyaman untuk dilaksanakan. Dan saya ingatkan kepada guru-guru, awali aktivitas dengan melaksanakan Shalat Subuh berjamaah, sehingga apapun yang kita inginkan saya yakin Allah SWT meridhainya,” ujarnya.

Selain itu ia juga meminta agar ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh agar sabar dan bercita rasa dan komunikatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau sekolah bersih dan menarik, maka akan menambah kenyamanan bagi kita dalam menjalankan proses pembelajaran disini. Kepala sekolah harus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan program BEREH ini kepada warga sekolah lainnya,” ujarnya.

Sebelum kembali, dia berpesan kepada seluruh dewan guru dan kepala sekolah, agar dalam membangun ruangan kepala sekolah tidak boleh lebih bagus dari ruang dewan guru, begitu juga ruangan dewan guru tidak boleh lebih bagus dari ruang siswa.

“Jangan dibalik, ini sekarang banyak yang membaliknya. Adanya fasilitas sekolah ini semua karena adanya murid, guru dan kurikulum. Jika tidak maka semua ini tidak mungkin ada. Barang yang diberikan oleh pemerintah ini tolong dijaga dan dirawat semua,” ungkapnya.

Pada sebagian sekolah, Kadisdik Aceh masih menemukan beberapa fasilitas belajar  yang sudah mulai rusak dan tidak terawat. Sehingga membuat pemandangan kurang indah dipandang mata.

“Rawatlah sekolah ini seperti rumah kita sendiri, karena lebih dari setengah umur kita habiskan ditempat ini dan anggaplah ini sebagai ibadah kita kepada Allah. Barang yang tidak terpakai lagi segera dibuang dan setiap dokumen penting diletakkan ditempatnya,” ujarnya.

Di sini mereka juga memantau sejumlah fasilitas belajar seperti kursi, meja, jendela, pintu, dan atap pada setiap ruangan belajar dan ruangan lainnya. Dia nampak mengajak kepala sekolah berkeliling di lingkungan sekolah sembari memberikan saran dan masukan agar lingkungan sekolah dapat lebih indah dan rapi.

"Kepala Sekolah jangan sering tugas keluar kalau tugasnya di sekolah masih belum siap. Kepsek harus menjalankan fungsi manajerial bagi seluruh warga sekolah dengan penuh tanggungjawab,” katanya.

Pada kunjungan selanjutnya nanti, jika tidak ada perubahan, maka dia meminta kepada kepala sekolah untuk dapat meletakkan jabatannya karena dianggap tidak mampu menjalankan roda organisasi sekolah dengan baik. Menurutnya peningkatan mutu pendidikan itu dimulai dari sekolah yang nyaman bagi seluruh warganya.

“Kami akan terus turun untuk memantau sekolah-sekolah yang ada di kota dan desa dengan waktu yang tidak tentu. Jika kondisinya tidak lebih baik maka kita akan memberikan sanksi,” ungkapnya.

Meski demikian, Kadisdik Aceh merasa puas sudah melihat langsung kondisi sekolah-sekolah dipenjuru pelosok Aceh. Dia merasa masih ada kelemahan yang perlu diperbaiki bersama-sama kedepannya.

Dia pun memberikan apresiasi terhadap sekolah yang sudah menerapkan Program Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau (BEREH) sesuai dengan perintah dari Pemerintah Aceh melalui Sekda Aceh.

“Tetaplah menjaga lingkungan sekolah ini supaya terlihat bersih, rapi, indah dan nyaman. Kerjasama di antara Cabang Dinas Pendidikan, Pengawas, komite, Kepala Sekolah, guru, dan siswa merupakan energi besar untuk mewujudkan Aceh Carong dan Aceh Hebat,” tutup Kadisdik Aceh, Rachmat Fitri HD, MPA.

Selain itu,  Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD MPA diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli M.Pd didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Lila Rosnilawati memimpin rombongan untuk melaksanakan  “Program Saweu Pulo Aceh” pada Rabu dan Kamis (6-7/10/2019) lalu.
Kabid SMA dan PKLK Zulkifli M.Pd bersama staf melakukan gotong royong di Pulau Nasi-Pulau Aceh (Foto: Ist)
Kabid SMA dan PKLK Zulkifli M.Pd bersama para pengawas dan kepala sekolah SMA se-Aceh Besar turun langsung memimpin kegiatan gotong royong (bakti sosial), yang dipusatkan di SMAN 1 Pulo Aceh yaitu di Pulau Nasi.

“Kami disini untuk mengajak para guru dan siswa yang ada di daerah kepulauan untuk dapat menerapkan program Bersih, Rapi, Estetik dan Hijau (Bereh). Hal ini sesuai dengan program dari Sekda Aceh yang telah diterapkan di seluruh Aceh,” ujarnya.

Selain itu, para rombongan juga ikut melaksanakan gotong royong dan menanam sejumlah pohon dan bunga di lingkungan sekolah. Hal itu diyakini dapat memberikan kenyamanan pada saat dilaksanakan proses pembelajaran di sekolah.

“Selama dua hari disini, kami ingin merasakan perjuangan yang dialami guru-guru yang sebagian besarnya berasal dari luar Pulau Aceh,” ujarnya.

Zulkifli menambahkan,  pihaknya berkomitmen penuh melaksanakan program safari subuh berjamaah di setiap daerah yang dikunjungi, hal itu seperti yang sudah dijalankan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh pada setiap kegiatan beliau di daerah.

"Tanda-tanda kesuksesan gerakan Bereh sudah mulai terlihat. Selain sukses diterapkan di lingkungan SKPA, kini mulai juga diterapkan di beberapa puskesmas dan kantor kecamatan,"  jelasnya.

Dengan dukungan ASN yang berkinerja baik, semakin maksimal dalam memberi pelayanan publik, maka upaya menghadirkan inovasi yang didukung teknologi, atau usaha mewujudkan Aceh Smart Province makin mudah serta cepat diterapkan dalam kerja nyata melayani untuk membangun daerah.

"Tidak luput pentingnya dukungan ulama, tokoh masyarakat, serta LSM  yang dapat memberikan pengaruh positif secara langsung terhadap kesuksesan gerakan "BEREH" yang dilakukan Pemerintah Aceh di bawah Pimpinan Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah," kata Kabid SMA dan PKLK Zulkifli M.Pd.(***)

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update