ACEH BESAR – PERUMDAM Tirta Mountala Aceh Besar menargetkan penanganan gangguan pelayanan air bersih, mulai dari kebocoran jaringan, air keruh hingga gangguan distribusi, dapat dituntaskan maksimal 24 jam setelah laporan diterima dan dapat ditindaklanjuti secara teknis.
Target tersebut menjadi bagian dari pembenahan pelayanan yang dilakukan PERUMDAM Tirta Mountala, mulai dari peningkatan sumber daya manusia (SDM), sistem pengaduan hingga pembaruan data pelanggan.
Direktur Umum PERUMDAM Tirta Mountala Aceh Besar, T. Abulis Samarkhan, S.T., mengatakan percepatan pelayanan menjadi salah satu prioritas perusahaan.
“Ke depan kita akan memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya terkait gangguan distribusi, kebocoran jaringan, air yang kotor, maupun pengajuan sambungan pelanggan baru,” kata Abulis saat bersilaturahmi dengan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh Besar di Samahani, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, untuk permohonan sambungan baru yang lokasinya dekat dengan jaringan distribusi, pemasangan ditargetkan selesai paling lambat 3x24 jam.
Namun, permohonan yang membutuhkan pembangunan jaringan baru dengan investasi besar memerlukan kajian teknis dan perencanaan anggaran. Dalam kondisi tersebut, prosesnya dapat memakan waktu hingga satu bulan.
“Secara teknis kita harus melihat apakah air bisa sampai ke situ atau tidak. Jangan sampai pelanggan sudah membayar mahal, tetapi yang keluar malah angin, bukan air,” ujarnya.
Aktifkan Call Center
Untuk mempercepat pengaduan, PERUMDAM Tirta Mountala telah mengaktifkan call center dan media sosial sebagai kanal resmi laporan masyarakat.
Pelanggan diminta mencantumkan nama dan nomor ID pelanggan saat menyampaikan pengaduan. Data tersebut diperlukan agar petugas dapat melakukan pengecekan lokasi secara cepat.
Perusahaan juga tengah membenahi data koordinat pelanggan karena masih ditemukan sejumlah koordinat meteran yang tidak sesuai dengan lokasi sebenarnya.
“Kalau pelanggan memberikan ID pelanggan dan koordinatnya sudah sesuai, petugas kita bisa langsung datang tepat ke lokasi,” jelas Abulis.
Dengan jumlah pelanggan yang hampir mencapai 50 ribu, baik aktif maupun tidak aktif, pembaruan data tersebut dilakukan secara bertahap.
Selain melalui kanal digital, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan melalui kantor cabang PERUMDAM Tirta Mountala. Pelayanan perusahaan juga diperpanjang hingga Senin-Sabtu, sementara petugas keamanan di kantor pusat berjaga selama 24 jam dan dapat membantu meneruskan laporan masyarakat kepada bagian terkait.
Sambungan Baru Rp1,3 Juta
PERUMDAM Tirta Mountala juga mengingatkan masyarakat agar mengurus sambungan baru melalui jalur resmi dan menghindari jasa oknum.
Biaya resmi sambungan baru ditetapkan sebesar Rp1,3 juta, yang mencakup satu unit water meter dan pekerjaan galian sepanjang empat meter.
Jika calon pelanggan membutuhkan jaringan tambahan karena lokasinya jauh dari jaringan distribusi, perusahaan akan melakukan kajian dan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara resmi.
“Kalau ada tambahan biaya karena jaraknya jauh dari jaringan distribusi, nanti ada RAB resmi dari bagian perencanaan. Calon pelanggan diberitahukan terlebih dahulu dan bisa memutuskan setuju atau tidak,” katanya.
Dalam pembenahan pelayanan, PERUMDAM Tirta Mountala menetapkan tiga prioritas, yakni kualitas, kontinuitas dan kuantitas air.
Warga Diminta Laporkan Sambungan Ilegal
Abulis juga mengajak masyarakat ikut menjaga jaringan dan aset perusahaan dengan melaporkan dugaan sambungan ilegal.
Masyarakat diminta melapor apabila menemukan rumah atau bangunan yang mendapatkan aliran air tetapi tidak memiliki meter pelanggan resmi. Identitas pelapor, kata dia, akan dirahasiakan.
Selain itu, masyarakat diminta melaporkan pihak yang mengatasnamakan PERUMDAM Tirta Mountala dalam pekerjaan pembangunan atau perbaikan jaringan tetapi tidak menggunakan atribut resmi.
Di sisi lain, pelanggan juga diingatkan memenuhi kewajiban pembayaran rekening air secara rutin. Pelanggan yang menunggak lebih dari tiga bulan akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan perusahaan, termasuk pemutusan sambungan.
“Kita ingin memaksimalkan pelayanan untuk masyarakat. Kita juga berharap masyarakat ikut berkolaborasi, baik dalam menyampaikan keluhan, menjaga jaringan maupun memenuhi kewajiban pembayaran,” pungkas Abulis.(*)