BANDA ACEH – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Aceh dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggelar Meuseuraya Festival 2026 di Balee Meuseraya Aceh, Banda Aceh, pada 22–25 Oktober 2026. Festival yang melibatkan 150 UMKM ini bertujuan memperluas akses pasar, memperkuat ekonomi daerah, dan melestarikan warisan budaya Aceh.
Mengusung tema “Meukarya Wastra Indatu: Berkarya dan Melestarikan Warisan Budaya Aceh”, festival dibuka dengan peniupan alat musik tradisional Serune Kalee oleh Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali, Pejabat Sekretaris Daerah Aceh Taufik, dan Kepala Perwakilan BI Aceh Agus Chusaini.
Ricky mengatakan, Meuseuraya menjadi wadah kolaborasi pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing UMKM Aceh.
“Melalui semangat Meuseuraya, atau gotong royong, kita mempertemukan kreativitas pelaku usaha dengan dukungan pemerintah daerah, perbankan, dan berbagai mitra agar UMKM Aceh semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Salah satu agenda utama ialah kerja sama UMKM produsen telur ayam dan tempe dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kolaborasi ini diharapkan memperkuat rantai pasok pangan lokal, memperluas pasar produsen, dan mendukung pengendalian inflasi.
BI Aceh bersama PT Bank Aceh Syariah juga menyerahkan perangkat Soundbox QRIS kepada Ketua Forum Pedagang Kota Banda Aceh. Perangkat ini memberikan notifikasi suara secara real-time saat pembayaran berhasil, sehingga membantu meningkatkan keamanan dan efisiensi transaksi. Bank Aceh Syariah disebut sebagai bank pembangunan daerah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan teknologi tersebut.
Festival turut menghadirkan peragaan busana wastra dari 12 kabupaten/kota di Aceh, kompetisi Ratoeh Jaroe dan Rapa’i Geleng, serta live cooking. Sebanyak 150 UMKM sektor makanan, minuman, fesyen, dan kerajinan berpartisipasi dengan dukungan transaksi digital berbasis QRIS di seluruh stan pameran.
Selain promosi produk, BI mendorong penguatan kapasitas UMKM melalui pendampingan usaha, fasilitasi pembiayaan perbankan syariah, dan business matching untuk memperluas akses pasar.
Melalui Meuseuraya Festival 2026, BI berharap sinergi pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha dapat memperkuat daya saing UMKM sekaligus menjadikan warisan budaya Aceh sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.