BANDA ACEH – Pengurus Forum Pemimpin Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) Aceh periode 2026–2029 dijadwalkan dilantik oleh Ketua Umum FPRMI, Bernadus Wilson Lumi, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Rabu (14/10/2026) pukul 20.00 WIB. Pelantikan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antarpemimpin redaksi serta mendorong profesionalisme dan tanggung jawab pers di Aceh.
Ketua FPRMI Aceh, Muhammad Saleh, mengatakan seluruh persiapan pelantikan telah rampung. Panitia siap menyelenggarakan agenda tersebut sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, seluruh persiapan pelantikan sudah rampung. Insyaallah, malam ini pengurus FPRMI Aceh akan resmi dilantik oleh Ketua Umum Bernadus Wilson Lumi,” ujar Muhammad Saleh, Rabu (14/10/2026).
Sebelum pelantikan, Muhammad Saleh bersama jajaran pengurus menyambut kedatangan Bernadus Wilson Lumi beserta rombongan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, pada Rabu sore.
Pelantikan kepengurusan periode 2026–2029 tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat sinergi antarpemimpin redaksi media di Aceh. Melalui kepengurusan baru, FPRMI Aceh diharapkan dapat mendorong praktik jurnalistik yang profesional, independen, dan bertanggung jawab.
Selain pelantikan, FPRMI Aceh juga menjadwalkan diskusi bertema “Potensi Jerat Pidana dalam Produk Jurnalistik” pada Kamis (15/10/2026).
Diskusi tersebut direncanakan menghadirkan Kepala Divisi Humas Mabes Polri, anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil, dosen Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) Dr. Yusrizal, serta penasihat FPRMI Untung Kurniadi.
Forum diskusi ini akan membahas aspek hukum dalam pemberitaan, terutama potensi persoalan pidana yang dapat berkaitan dengan produk jurnalistik. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang dialog bagi insan pers untuk memahami batasan hukum sekaligus menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab sesuai ketentuan perundang-undangan.
Rangkaian pelantikan dan diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya FPRMI Aceh memperkuat kapasitas wartawan dan pemimpin redaksi dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik, khususnya terkait profesionalisme, etika pemberitaan, dan aspek hukum pers.