Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

KSMI Aceh Perkuat Konsolidasi, KONI Nilai Sepakbola Mini Punya Prospek Besar

Senin, 05 Oktober 2026 | 19.20 WIB Last Updated 2026-10-05T12:20:14Z
BANDA ACEH — Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh memperkuat konsolidasi organisasi dan pembinaan minifootball di seluruh kabupaten/kota. Langkah tersebut mendapat dukungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh yang menilai sepakbola mini memiliki prospek besar seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga tersebut.

Dukungan itu disampaikan Wakil Ketua I Bidang Organisasi KONI Aceh, T. Rayuan Sukma, saat menerima audiensi Pengurus KSMI Aceh di Kantor KONI Aceh, kawasan Lhong Raya, Banda Aceh, Senin (5/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas keberadaan KSMI Aceh sekaligus langkah organisasi dalam memenuhi persyaratan untuk menjadi anggota KONI Aceh.

“Kami menyambut baik terbentuknya Pengurus KSMI Provinsi Aceh. Sepakbola mini saat ini semakin berkembang dan diminati masyarakat. Prospeknya cukup besar, terutama jika pembinaan dan kompetisinya dilakukan secara berkelanjutan,” kata T. Rayuan Sukma.

Menurutnya, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi KSMI Aceh untuk menjadi anggota KONI Aceh adalah memiliki kepengurusan sekurang-kurangnya di 14 kabupaten/kota.

Selain struktur organisasi, KSMI Aceh juga harus menunjukkan aktivitas pembinaan dan kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan, termasuk penyelenggaraan kejuaraan daerah.

“Untuk menjadi anggota KONI Aceh tentu ada persyaratan organisasi yang harus dipenuhi, di antaranya kepengurusan minimal di 14 kabupaten/kota dan kegiatan olahraga seperti kejuaraan daerah,” ujarnya.

Ketua KSMI Aceh, Muktaruddin Usman, S.E., mengatakan audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program organisasi dengan sistem pembinaan olahraga di Aceh.

Ia menyebut KSMI Aceh akan mempercepat konsolidasi dengan membentuk kepengurusan di kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya memenuhi persyaratan organisasi sekaligus memperluas pembinaan sepakbola mini.

“Kami ingin mengetahui secara langsung apa saja yang harus kami persiapkan untuk memenuhi persyaratan menjadi anggota KONI Aceh. Setelah ini kami akan bergerak membangun kepengurusan di kabupaten/kota,” kata Muktaruddin.

Ia menjelaskan, secara nasional KSMI telah tercatat sebagai anggota resmi KONI Pusat setelah diterima dalam Rakernas KONI 2025. Sementara di tingkat internasional, KSMI tergabung dalam International Minifootball Federation (IMF).

Menurut Muktaruddin, keberadaan jaringan tersebut menjadi modal untuk mengembangkan sepakbola mini dari tingkat daerah hingga nasional dan internasional.

“Secara nasional KSMI sudah menjadi anggota resmi KONI Pusat. Di tingkat internasional kita juga tergabung dalam International Minifootball Federation. Ini menunjukkan bahwa sepakbola mini memiliki jaringan pengembangan dari daerah, nasional hingga internasional,” ujarnya.

KSMI Aceh menargetkan sedikitnya 14 Pengcab/Pengkot terbentuk di seluruh Aceh. Pembentukan kepengurusan tersebut ditargetkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan administratif organisasi, tetapi juga menjadi fondasi pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi yang lebih merata.

“Dengan terbentuknya KSMI Pengprov Aceh, kami berharap sepakbola mini dapat berkembang lebih terstruktur dan merata hingga ke seluruh kabupaten/kota. Kita ingin melahirkan bibit-bibit atlet unggul yang nantinya dapat mengharumkan nama Aceh,” katanya.

Selain konsolidasi organisasi, KSMI Aceh juga menyiapkan program kompetisi, salah satunya Liga Santri di Banda Aceh yang akan melibatkan klub-klub sepakbola mini dari dayah dan pesantren.

Pemenang kompetisi tersebut direncanakan menjadi wakil Aceh pada kompetisi sepakbola mini tingkat nasional.

“Kami juga akan melaksanakan Liga Santri yang melibatkan klub sepakbola dari dayah dan pesantren di Aceh. Pemenangnya nanti akan mewakili Aceh di tingkat nasional,” ujar Muktaruddin.

Ia menegaskan penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan pembinaan dan kompetisi. Dengan demikian, sepakbola mini tidak hanya berkembang sebagai olahraga komunitas, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet menuju prestasi.

“Kami tidak ingin KSMI Aceh hanya hadir sebagai nama atau struktur organisasi. Kami ingin membangun pembinaan yang nyata, kompetisi berkelanjutan dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi talenta muda Aceh,” katanya.

Muktaruddin optimistis dukungan KONI Aceh serta jaringan KSMI di tingkat nasional dan internasional dapat mempercepat perkembangan sepakbola mini di Aceh dan membuka peluang bagi atlet Aceh tampil di level nasional maupun internasional.(*)

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update