Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

BBPOM Aceh Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional di Forum Malaysia

Jumat, 02 Oktober 2026 | 08.32 WIB Last Updated 2026-10-02T09:32:24Z
KUALA LUMPUR – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Aceh memperluas akses pasar hingga ke tingkat internasional melalui keikutsertaannya dalam Program Eksport F&B Malaysia ke Indonesia 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Program yang diselenggarakan Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) tersebut berlangsung selama empat hari sejak Selasa (22/9/2026). BBPOM Aceh diwakili Kepala BBPOM Aceh Riyanto bersama Ketua Tim Sertifikasi BBPOM Aceh Muhibuddin.

Dalam kegiatan itu, BBPOM Aceh membuka desk konsultasi untuk memberikan informasi dan konsultasi teknis kepada pelaku usaha serta calon eksportir produk makanan dan minuman (food and beverage/F&B) dan kosmetik dari Malaysia yang akan memasuki pasar Indonesia.

Konsultasi mencakup sejumlah aspek regulasi, mulai dari proses registrasi, sertifikasi, persyaratan keamanan dan mutu produk, hingga mekanisme pemasukan produk ke Indonesia.

BBPOM Aceh juga memperkenalkan layanan Surat Keterangan Impor (SKI) dan Surat Keterangan Ekspor (SKE) sebagai bagian dari fasilitasi regulatori Badan POM dalam mendukung kelancaran perdagangan produk obat dan makanan.

Selain memberikan informasi regulasi kepada pelaku usaha Malaysia, keikutsertaan tersebut dimanfaatkan BBPOM Aceh untuk memperkenalkan produk UMKM binaan Aceh kepada calon mitra dan pelaku usaha internasional.

Sejumlah produk unggulan Aceh yang diperkenalkan di antaranya ikan keumamah dan produk berbasis minyak nilam. Produk-produk tersebut telah memiliki Nomor Izin Edar (NIE) dan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui perluasan akses pasar.

Kepala BBPOM Aceh Riyanto mengatakan, forum internasional tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan aspek regulasi.

“Fasilitasi regulatori menjadi bagian penting dalam mendorong produk UMKM agar mampu berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Ketika pelaku usaha memahami persyaratan sejak awal dan mampu memenuhi aspek keamanan serta mutu, peluang produk untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional akan semakin terbuka,” kata Riyanto.

Menurutnya, penguatan UMKM tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga kesiapan memenuhi ketentuan regulasi dan membangun jejaring dengan calon mitra usaha.

Melalui kegiatan tersebut, BBPOM Aceh berharap semakin banyak produk UMKM Aceh yang memenuhi standar keamanan dan mutu, memiliki legalitas sesuai ketentuan, serta mampu memperluas akses pasar nasional maupun internasional.

Sinergi antara pemerintah, regulator, pelaku usaha, dan mitra internasional juga diharapkan dapat terus diperkuat agar produk unggulan Aceh semakin dikenal dan memiliki peluang masuk ke pasar mancanegara.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update