Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Wujudkan Pelayanan Prima dan Tutup Celah Obat dan Makanan Ilegal, Kepala BBPOM Aceh Pimpin Kunjungan Strategis di Kota Lhokseumawe

Jumat, 04 September 2026 | 18.02 WIB Last Updated 2026-09-04T14:52:39Z
Lhokseumawe — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) menggelar rangkaian kunjungan kerja strategis di Kota Lhokseumawe, Jumat (04/09/2026). Rangkaian kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, dengan menyambangi dua lokasi vital: Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Lhokseumawe dan Kantor Bea Cukai Lhokseumawe dalam upaya mewujudkan pelayanan prima sekaligus memperkuat benteng pengawasan dari ancaman peredaran obat terlarang.

Agenda pertama diawali dengan kunjungan ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Lhokseumawe. Langkah ini merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi guna memastikan pelayanan publik di daerah berjalan secara optimal, transparan, dan responsif. Lebih dari sekadar peninjauan, momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat koordinasi bersama Pemerintah Kota Lhokseumawe agar pengawasan obat dan makanan di tengah masyarakat senantiasa memenuhi standar keamanan, mutu, dan kemanfaatan.

Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menyampaikan bahwa pelayanan yang mudah diakses adalah kunci utama untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

"Kunjungan kami ke MPP Lhokseumawe bukan sekadar evaluasi administratif, melainkan wujud nyata komitmen BBPOM Aceh untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang cepat dan akurat. Sinergi dengan Pemkot Lhokseumawe sangat krusial, sehingga jika ada keluhan atau permasalahan terkait obat dan makanan, penanganannya dapat berjalan lebih efektif dan terpadu hingga ke akar rumput," ujar Riyanto.

Riyanto berharap, kolaborasi dengan pemerintah daerah ini dapat memperluas cakupan edukasi kepada para pelaku usaha dan konsumen, sehingga kesadaran akan pentingnya keamanan pangan dan obat semakin membudaya di Lhokseumawe.

Usai meninjau MPP, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan menyambangi Kantor Bea Cukai Kota Lhokseumawe. Pertemuan lintas instansi ini berfokus pada penguatan pertukaran informasi dan deteksi dini terhadap potensi masuknya produk ilegal melalui jalur distribusi maupun pintu pemasukan barang.

Menghadapi modus peredaran obat ilegal yang semakin kompleks, BBPOM Aceh dan Bea Cukai sepakat untuk merapatkan barisan melalui sistem pengawasan pre-border, border, hingga post-border.

"Pengawasan tidak bisa hanya dilakukan ketika produk sudah beredar bebas di masyarakat. Lewat sinergi yang kuat dengan Bea Cukai, kita memperketat pengawasan dari hulunya. Ini adalah langkah antisipatif dan komprehensif untuk memastikan tidak ada celah bagi obat-obatan terlarang maupun produk yang tidak memenuhi ketentuan masuk ke wilayah kita," tegas Riyanto.

Melalui rangkaian kegiatan ini, BBPOM Aceh menaruh harapan besar agar sistem pengawasan di Kota Lhokseumawe semakin solid dan terintegrasi. Dengan hadirnya pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat serta pengawasan lintas sektor yang tanpa kompromi, BBPOM Aceh berkomitmen penuh untuk terus hadir melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat secara maksimal.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update