Kutacane, Senin (21/9/2026) — Dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat, personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga melaksanakan kegiatan gotong royong mengangkut dan melangsir material untuk pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Peranginan, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan partisipasi personel TNI AD dalam membantu masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan sarana penghubung yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi aktivitas warga Desa Peranginan dan masyarakat di wilayah sekitarnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan, personel Babinsa bersama masyarakat mengangkut sejumlah material bangunan berupa pasir dan batu split dari aliran Sungai Alas menuju lokasi pembangunan jembatan. Material tersebut kemudian dilangsir secara bertahap agar dapat ditempatkan di sekitar lokasi pekerjaan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.
Proses pengangkutan material dilakukan dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia serta mengandalkan tenaga secara bersama-sama. Personel TNI dan masyarakat saling membantu dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari mengambil material, mengangkut, hingga memindahkannya ke lokasi pembangunan.
Medan yang harus dilalui dalam kegiatan tersebut bukanlah pekerjaan yang ringan. Kondisi lokasi pengambilan material dan akses menuju titik pembangunan membutuhkan tenaga serta kehati-hatian. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat personel Babinsa dan masyarakat untuk melaksanakan pekerjaan secara bersama-sama.
Dengan semangat gotong royong, pekerjaan yang cukup berat dapat dilakukan secara lebih ringan. Kekompakan yang terbangun antara personel TNI dan warga juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut.
Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan ini tidak hanya sebatas membantu pekerjaan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat. Kehadiran aparat kewilayahan secara langsung di tengah warga diharapkan dapat memberikan motivasi dan dorongan agar masyarakat terus berpartisipasi dalam pembangunan di lingkungan masing-masing.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Peranginan. Keberadaan jembatan nantinya diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi warga dalam melakukan mobilitas serta mendukung berbagai aktivitas sehari-hari yang selama ini membutuhkan akses penyeberangan yang lebih baik.
Akses tersebut juga memiliki kaitan erat dengan aktivitas masyarakat di sektor pertanian dan perkebunan. Dengan tersedianya sarana penghubung yang lebih mudah dan efisien, masyarakat diharapkan dapat lebih terbantu dalam menuju lahan, membawa kebutuhan pertanian, maupun mengangkut hasil perkebunan.
Selain mendukung aktivitas ekonomi, keberadaan jembatan juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai fasilitas dan kebutuhan lainnya. Dengan demikian, pembangunan jembatan tidak hanya menjadi pembangunan fisik semata, tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.
Bagi personel Babinsa, keterlibatan dalam kegiatan pembangunan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan teritorial. Babinsa dituntut untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, mengetahui kondisi wilayah binaan, serta membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan positif sesuai dengan kemampuan dan tugas yang dimiliki.
Dalam kegiatan tersebut, personel Babinsa juga turut membantu memastikan material yang dibutuhkan dapat tersedia di sekitar lokasi pembangunan. Hal ini dilakukan agar proses pengerjaan jembatan dapat terus berjalan sesuai dengan tahapan pekerjaan dan tidak terkendala akibat keterlambatan material.
Koordinasi antara personel TNI dan masyarakat terus dilakukan selama kegiatan berlangsung. Komunikasi yang baik menjadi bagian penting untuk mengatur pembagian pekerjaan sehingga seluruh kegiatan dapat dilaksanakan secara tertib dan efektif.
Semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan kuatnya budaya gotong royong di tengah masyarakat. TNI dan warga saling bahu membahu tanpa memandang perbedaan tugas dan peran, karena pembangunan jembatan tersebut merupakan kebutuhan bersama yang manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat.
Kegiatan gotong royong juga menjadi momentum untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Hubungan yang dekat antara Babinsa dan masyarakat diharapkan dapat terus dipelihara melalui berbagai kegiatan sosial, pembangunan, serta aktivitas kemasyarakatan lainnya.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Peranginan diharapkan dapat terus berjalan sesuai tahapan hingga selesai. Setelah nantinya dapat digunakan, jembatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mendukung mobilitas, aktivitas pertanian dan perkebunan, serta kegiatan sosial dan ekonomi warga.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0108/Aceh Tenggara menunjukkan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam membantu masyarakat di wilayah binaan. Kehadiran Babinsa dalam kegiatan pembangunan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong tumbuhnya semangat kebersamaan dan gotong royong.
Dengan sinergi antara TNI dan masyarakat, berbagai pekerjaan yang menjadi kebutuhan bersama dapat dilaksanakan secara lebih efektif. Semangat gotong royong tersebut diharapkan terus dipertahankan sebagai modal penting dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara.