Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Jembatan Bailey Ds. Belang Panu Bener Meriah yang dibangun TNI, Progresnya kini Capai 55 Persen

Jumat, 25 September 2026 | 10.16 WIB Last Updated 2026-09-25T14:02:11Z
Redelong – Pembangunan Jembatan Bailey di Desa Belang Panu, Kabupaten Bener Meriah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Memasuki tahapan perakitan struktur baja, Tim Jembatan Zidam IM bersama personel Kodim 0119/Bener Meriah terus melaksanakan pengerjaan secara bertahap guna mempercepat pemulihan akses penghubung masyarakat yang sebelumnya terputus akibat bencana hidrometeorologi, Kamis (24/9/2026).

Berdasarkan perkembangan di lapangan, progres pembangunan Jembatan Bailey tersebut telah mencapai sekitar 55 persen. Sejumlah komponen utama konstruksi baja mulai dirakit dan disusun secara bertahap sesuai dengan tahapan teknis pembangunan. Pengerjaan dilakukan secara terukur dan teliti untuk memastikan setiap bagian konstruksi dapat terpasang sesuai perencanaan.

Tahap perakitan struktur baja menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan Jembatan Bailey. Pada tahapan ini, berbagai komponen konstruksi mulai disatukan untuk membentuk struktur utama jembatan. Setiap proses membutuhkan ketelitian serta koordinasi yang baik antara personel yang terlibat agar konstruksi dapat terbangun secara kuat dan kokoh.

Dandim 0119/Bener Meriah, Letkol Arh Febry Adyanto, S.H., saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa proses perakitan konstruksi baja merupakan tahapan penting yang harus dilaksanakan secara teliti dengan tetap memperhatikan aspek teknis dan keselamatan kerja.

“Perakitan konstruksi baja merupakan bagian penting dalam proses pembangunan jembatan. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai sekitar 55 persen dan sejumlah komponen baja mulai dirakit secara bertahap,” ujar Dandim.

Menurutnya, seluruh personel yang terlibat terus berupaya menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan dengan maksimal. Percepatan pembangunan tetap dilakukan dengan memperhatikan prosedur teknis serta faktor keselamatan, mengingat struktur jembatan yang sedang dibangun nantinya akan menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat.

Dandim menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Bailey tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur dan penanganan akses transportasi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi. Kerusakan dan terputusnya akses jembatan sebelumnya telah menyebabkan mobilitas masyarakat mengalami kendala, termasuk dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan kegiatan perekonomian.

“Akses jembatan yang terputus pascabencana hidrometeorologi secara bertahap terus kita tuntaskan. Pembangunan ini merupakan upaya pemerintah pusat untuk menyambungkan kembali akses masyarakat yang terputus akibat bencana,” jelasnya.

Pembangunan jembatan ini menjadi bagian penting dalam proses pemulihan kondisi masyarakat pascabencana. Infrastruktur penghubung memiliki peranan besar dalam mendukung kelancaran mobilitas warga, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses menuju kawasan permukiman, fasilitas pelayanan maupun wilayah aktivitas ekonomi.

Keberadaan Jembatan Bailey nantinya diharapkan dapat memberikan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat Desa Belang Panu dan wilayah sekitarnya. Dengan kembali tersedianya jalur penghubung, berbagai aktivitas masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih lancar setelah sebelumnya mengalami hambatan akibat terputusnya infrastruktur.

Tidak hanya berkaitan dengan mobilitas, tersedianya akses jembatan juga memiliki kaitan erat dengan aktivitas perekonomian masyarakat. Akses yang lebih mudah akan membantu kelancaran distribusi berbagai kebutuhan serta pengangkutan hasil pertanian masyarakat menuju lokasi pemasaran maupun pusat kegiatan ekonomi.

“Harapannya, setelah jembatan ini selesai dan dapat digunakan, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan kegiatan perekonomian di wilayah Desa Belang Panu dapat kembali berjalan dengan baik,” pungkas Dandim.

Sementara itu, Tim Jembatan Zidam IM bersama personel Kodim 0119/Bener Meriah terus melanjutkan pekerjaan di lokasi pembangunan. Setiap tahapan dikerjakan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan kebutuhan konstruksi.

Keterlibatan personel TNI dalam pembangunan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membantu memulihkan akses transportasi yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan warga.

Proses perakitan struktur baja yang saat ini sedang berlangsung menjadi tanda bahwa pembangunan Jembatan Bailey telah memasuki tahapan lanjutan. Dengan progres yang telah mencapai 55 persen, pengerjaan selanjutnya akan terus dilaksanakan hingga seluruh bagian konstruksi terselesaikan sesuai tahapan pembangunan.

Diharapkan pembangunan jembatan dapat berjalan dengan lancar dan selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Setelah seluruh proses pembangunan rampung serta jembatan dinyatakan siap digunakan, masyarakat diharapkan dapat kembali memperoleh akses penghubung yang lebih mudah untuk mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.

Pembangunan Jembatan Bailey Belang Panu menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung pemulihan akses masyarakat pascabencana hidrometeorologi. Dengan terbangunnya kembali infrastruktur penghubung tersebut, diharapkan aktivitas sosial, pelayanan masyarakat, distribusi kebutuhan dan kegiatan perekonomian warga dapat berangsur kembali normal.

Kodim 0119/Bener Meriah
Bersama Masyarakat, Pulihkan Infrastruktur dan Bangkit Pascabencana.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update