BANDA ACEH – Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui Sarasehan Kemitraan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) bersama mitra pentahelix di Provinsi Aceh.
Kegiatan yang digelar Kemendukbangga/BKKBN tersebut berlangsung di Hotel Azana Oasis Banda Aceh, Jumat (25/9/2026), dan diikuti sekitar 70 peserta dari unsur pemerintah, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dunia usaha, BUMN, media, serta mitra pendamping keluarga.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Safrina Salim mengatakan, GENTING bukan sekadar program pemerintah, tetapi gerakan bersama untuk memastikan keluarga yang berisiko stunting memperoleh dukungan yang dibutuhkan.
“Upaya percepatan penurunan stunting tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Kita membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat,” kata Safrina.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk memperluas dukungan kepada keluarga berisiko stunting, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Safrina juga menyampaikan bahwa Aceh meraih predikat Terbaik I Regional I dalam Pekan GENTING yang dilaksanakan pada Agustus 2026. Capaian tersebut, kata dia, menjadi dorongan untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas partisipasi masyarakat.
Tenaga Ahli Utama Deputi III Kantor Staf Presiden, Dr. Zahera Mega Utama, menekankan pentingnya kemitraan dalam menangani berbagai persoalan pembangunan di Aceh.
“Kemitraan adalah salah satu kunci bagaimana kita bisa menuntaskan permasalahan-permasalahan yang ada di Provinsi Aceh,” ujarnya.
Mewakili Gubernur Aceh, Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerja Sama, dr. Husnan, mengatakan komitmen Pemerintah Aceh terhadap GENTING telah dituangkan melalui Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 400.13/8336 tanggal 3 Juli 2025 tentang Partisipasi dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting di Provinsi Aceh.
Ia berharap kebijakan tersebut tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi diterjemahkan menjadi aksi nyata di seluruh daerah.
GENTING Sasar Keluarga Berisiko Stunting
Plt. Direktur Ditormas Dr. Yuni Hastutiningsih menjelaskan, GENTING merupakan gerakan gotong royong melalui peran Orang Tua Asuh (OTA) untuk mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Dukungan diberikan kepada keluarga berisiko stunting dengan tingkat kesejahteraan rendah, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Bentuk dukungan dalam program tersebut antara lain pemenuhan nutrisi, penyediaan rumah layak huni, jamban sehat, akses air bersih, edukasi, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Program operasional GENTING dijalankan oleh Tim Pengendali GENTING (TPG), dengan sasaran utama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” kata Yuni.
Aceh Tengah Raih Apresiasi
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menyampaikan apresiasi atas capaian daerahnya dalam pelaksanaan GENTING.
Aceh Tengah meraih penghargaan Terbaik I, sementara Kecamatan Silih Nara meraih peringkat I dan Kecamatan Atu Lintang peringkat III dalam kategori pendampingan keluarga berisiko stunting.
Penghargaan juga diberikan kepada Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh sebagai Terbaik I Regional I, Bupati Aceh Tengah, serta tiga kecamatan terbaik dalam pendampingan keluarga berisiko stunting pada Pekan GENTING tingkat Provinsi Aceh.
Kegiatan turut diisi testimoni Hotel Seventeen sebagai salah satu mitra Orang Tua Asuh dalam program GENTING.
Melalui sarasehan tersebut, BKKBN Aceh bersama Pemerintah Aceh dan mitra pentahelix mendorong penguatan kolaborasi, perluasan peran Orang Tua Asuh, serta pemberian dukungan berkelanjutan kepada keluarga berisiko stunting.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Aceh.