Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Progres Pembangunan Jembatan Gantung di Ds. Kati Maju, Aceh Tenggara Capai 90 Persen, TNI dan Warga Kebut Tahap Finishing

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17.43 WIB Last Updated 2026-08-01T16:33:35Z
Aceh Tenggara – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Kati Maju, Kecamatan Badar, dengan Desa Kuning Abadi, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga Jumat (31/07/2026), pembangunan jembatan tersebut telah mencapai progres sekitar 90 persen dan kini memasuki tahap penyelesaian atau finishing.

Memasuki tahapan akhir pembangunan, Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat setempat kembali menunjukkan semangat kebersamaan melalui kegiatan gotong royong. Dalam kegiatan tersebut, personel TNI bersama warga melaksanakan pengecatan pada sejumlah bagian jembatan, meliputi pagar, dinding, serta tiang pylon sebagai bagian dari penyempurnaan konstruksi sebelum nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Kegiatan gotong royong tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian dan keterlibatan Babinsa dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Selain mempercepat penyelesaian pekerjaan, keterlibatan bersama antara TNI dan warga juga mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara.

Babinsa yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Serma Zulkifli, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis saat ini telah memasuki tahap akhir. Pengecatan menjadi salah satu pekerjaan penting dalam proses finishing, baik untuk menyempurnakan tampilan jembatan maupun memberikan perlindungan tambahan terhadap bagian-bagian konstruksi yang telah selesai dikerjakan.

“Pengecatan yang kami lakukan hari ini bukan hanya untuk memperindah tampilan jembatan, tetapi juga sebagai upaya memberikan perlindungan terhadap material konstruksi agar lebih tahan terhadap pengaruh cuaca, seperti paparan sinar matahari, curah hujan yang tinggi, serta kelembapan yang dapat mempercepat kerusakan apabila tidak dilindungi dengan baik,” ujar Serma Zulkifli.

Menurutnya, proses pengecatan dilakukan secara bersama-sama dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya mempercepat penyelesaian seluruh pekerjaan. Dengan kondisi pembangunan yang telah mencapai sekitar 90 persen, pihaknya bersama warga terus berupaya menyelesaikan tahapan akhir secara maksimal agar jembatan tersebut dapat segera difungsikan.

Ia menjelaskan, sejak awal pembangunan, keberadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan. Semangat gotong royong yang terbangun antara Babinsa dan warga tidak hanya membantu mempercepat proses pembangunan, tetapi juga mempererat hubungan sosial serta menciptakan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang nantinya akan digunakan bersama.

“Pembangunan jembatan ini merupakan salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sejak awal pelaksanaan, berbagai tahapan pekerjaan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan Babinsa dan masyarakat. Alhamdulillah, berkat kerja sama dan dukungan semua pihak, progres pembangunan sudah mencapai sekitar 90 persen,” jelasnya.

Dalam kegiatan pengecatan tersebut, warna merah dan putih dipilih sebagai warna dominan pada bagian pagar maupun tiang jembatan. Selain memberikan kesan bersih, rapi, dan menarik, kombinasi warna tersebut juga memiliki makna simbolis sebagai bentuk semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pengecatan dengan warna merah putih tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyemarakkan momentum menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan demikian, jembatan yang hampir rampung tersebut tidak hanya diharapkan memiliki fungsi yang baik sebagai sarana penghubung masyarakat, tetapi juga tampil lebih representatif dan mencerminkan semangat kebangsaan.

Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Kati Maju dan Desa Kuning Abadi tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat di kedua wilayah. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu membuka akses yang lebih mudah, aman, dan efisien bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Selama ini, keterbatasan akses penyeberangan menjadi salah satu kendala bagi mobilitas masyarakat, terutama dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, pertanian, maupun mendapatkan pelayanan kesehatan. Dengan selesainya pembangunan jembatan, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses transportasi yang lebih lancar sehingga waktu dan biaya perjalanan dapat ditekan.

Tidak hanya itu, keberadaan jembatan juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan perekonomian masyarakat. Akses yang semakin mudah akan mempermudah warga dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, mendukung aktivitas perdagangan, serta memperluas hubungan sosial dan ekonomi antara masyarakat Desa Kati Maju dan Desa Kuning Abadi.

Serma Zulkifli menambahkan, keberhasilan pembangunan hingga mencapai tahap akhir tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya masyarakat yang secara aktif turut membantu dalam setiap tahapan pekerjaan. Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan penting dalam menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.

“Dengan kerja sama yang baik antara TNI dan masyarakat, setiap tahapan pembangunan dapat diselesaikan secara bertahap dengan hasil yang memuaskan. Kami berharap dalam waktu dekat seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sehingga jembatan ini segera digunakan dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” pungkasnya.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan Babinsa dan masyarakat dalam proses penyelesaian Jembatan Gantung Perintis tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga tentang membangun kebersamaan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab bersama.

Melalui keterlibatan aktif Babinsa di tengah masyarakat, Kodim 0108/Aceh Tenggara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung berbagai upaya pembangunan di wilayah binaan. Peran Babinsa tidak hanya terbatas pada aspek pembinaan teritorial dan menjaga kondusivitas wilayah, tetapi juga hadir sebagai penggerak dalam membangun semangat kebersamaan serta membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas kehidupan.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 90 persen, masyarakat kini semakin dekat untuk menikmati manfaat Jembatan Gantung Perintis tersebut. Diharapkan seluruh tahapan finishing dapat diselesaikan dengan baik sehingga jembatan segera dapat dimanfaatkan sebagai sarana penghubung yang aman, fungsional, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kati Maju, Desa Kuning Abadi, serta wilayah sekitarnya.

Pembangunan jembatan ini menjadi bukti bahwa sinergi dan gotong royong antara TNI dan masyarakat mampu menjadi kekuatan dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar akses dan mobilitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat hubungan sosial masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update