Aceh Besar – Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat, Babinsa Koramil 03/Lhoknga Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Serka Budiman, melaksanakan kegiatan monitoring harga sembako di Pasar Simpang Kedebing, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya terkait fluktuasi harga bahan pokok di pasar tradisional. Monitoring dilakukan secara langsung dengan mendatangi para pedagang serta berinteraksi dengan pembeli guna memperoleh data yang akurat.
Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga kebutuhan pokok relatif stabil dibandingkan hari sebelumnya. Komoditas seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, tepung terigu, mie instan, garam, serta berbagai jenis kacang-kacangan masih berada pada harga yang sama, dengan ketersediaan stok yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya adalah ayam broiler yang naik dari Rp54.000 menjadi Rp60.000 per ekor, ayam kampung dari Rp65.000 menjadi Rp70.000 per ekor, serta cabai merah besar yang mengalami kenaikan dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Selain itu, susu kental manis merek tertentu juga mengalami kenaikan harga meskipun tidak signifikan.
Sementara itu, untuk komoditas daging sapi, pada saat monitoring dilakukan tidak tersedia di pasar (nihil). Meski demikian, secara umum ketersediaan bahan pokok lainnya masih dalam kondisi cukup dan tidak ditemukan adanya kelangkaan yang dapat mengganggu kebutuhan masyarakat.
Serka Budiman menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini akan terus dilakukan secara rutin guna mengantisipasi lonjakan harga yang berpotensi memberatkan masyarakat. Selain itu, kehadiran Babinsa di pasar juga bertujuan untuk memberikan rasa aman serta memastikan distribusi bahan pokok berjalan dengan baik.
“Kami terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan sembako di wilayah. Dengan adanya monitoring ini, diharapkan setiap perubahan dapat segera diketahui dan dilaporkan, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Babinsa, pedagang, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas pasar. Dengan komunikasi yang baik, setiap kendala yang muncul dapat segera dicarikan solusi bersama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kondisi pasar tetap kondusif, harga kebutuhan pokok terkendali, serta daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi yang ada.