Aceh Tenggara – Semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali tercermin dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta Ujung, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 34 persen, dengan fokus pekerjaan pada tahap pengecoran pondasi sebagai bagian penting dalam pembentukan konstruksi utama jembatan, Sabtu (27/06/2026).
Pembangunan jembatan tersebut terus dikebut oleh personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat setempat melalui semangat gotong royong yang tidak pernah surut. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang lebih aman, layak, dan mampu menunjang berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi di wilayah pedalaman.
Sejak pagi hari, suasana di lokasi pembangunan dipenuhi aktivitas para prajurit TNI dan warga yang bekerja bahu-membahu. Berbagai tahapan pekerjaan dilakukan secara bergantian, mulai dari mengangkut material bangunan, merakit dan memasang besi tulangan, menyiapkan adukan beton, hingga melaksanakan proses pengecoran pondasi tiang penyangga jembatan. Seluruh pekerjaan dikerjakan dengan penuh ketelitian agar menghasilkan konstruksi yang kuat, kokoh, dan memiliki usia pakai yang panjang.
Ketua Tim Pembangunan, Serma Musliyadi, mengatakan bahwa pengecoran pondasi merupakan salah satu tahapan krusial yang akan menentukan kekuatan keseluruhan konstruksi jembatan. Oleh karena itu, setiap proses dikerjakan sesuai standar teknis dengan tetap mengutamakan kualitas material dan ketepatan pelaksanaan.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang kurang bersahabat, terutama tingginya curah hujan pada sore hingga malam hari, menjadi tantangan tersendiri selama proses pembangunan. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat personel TNI maupun masyarakat untuk terus melanjutkan pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan.
"Curah hujan yang cukup tinggi memang menjadi tantangan dalam proses pembangunan. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat kami. Justru kebersamaan antara TNI dan masyarakat semakin kuat. Seluruh pekerjaan terus kami laksanakan sesuai tahapan dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi serta keselamatan kerja agar target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana," ujar Serma Musliyadi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis merupakan bagian dari upaya membantu meningkatkan konektivitas wilayah, khususnya bagi masyarakat yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses transportasi. Kehadiran jembatan nantinya diyakini akan memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Menurutnya, jembatan tersebut akan mempermudah mobilitas warga menuju pusat pelayanan, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, memperlancar akses anak-anak menuju sekolah, memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan, sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di wilayah pedesaan.
Serma Musliyadi juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang setiap hari secara sukarela ikut bergotong royong membantu proses pembangunan. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi bukti bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat dinantikan dan memiliki manfaat besar bagi kehidupan masyarakat.
"Jembatan Gantung Perintis ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol semangat persatuan, kebersamaan, dan hasil kerja sama antara TNI dengan masyarakat. Kehadiran warga yang tetap bersemangat meskipun harus menghadapi cuaca yang tidak menentu menunjukkan bahwa jembatan ini benar-benar menjadi harapan bersama. Kami akan terus bekerja hingga pembangunan selesai sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh seluruh masyarakat," tambahnya.
Selain bertujuan membangun infrastruktur, kegiatan gotong royong tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan teritorial yang dilakukan Kodim 0108/Aceh Tenggara dalam memperkuat hubungan emosional antara prajurit TNI dengan masyarakat. Melalui kebersamaan dalam setiap proses pembangunan, diharapkan semakin tumbuh rasa saling percaya, kepedulian, serta semangat untuk bersama-sama membangun daerah.
Dengan progres pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif, seluruh personel TNI bersama masyarakat optimistis penyelesaian Jembatan Gantung Perintis dapat tercapai sesuai target yang telah direncanakan. Kehadiran jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu membuka akses transportasi yang lebih baik, mempercepat mobilitas masyarakat, meningkatkan kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara.
Pembangunan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan kerja sama yang solid dan komitmen yang tinggi, setiap tantangan di lapangan dapat dihadapi bersama demi terwujudnya kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Aceh Tenggara.