Aceh Tenggara – Komitmen TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dan upaya menjaga kelancaran aktivitas warga, Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong perbaikan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Buntul Kendawi, Kecamatan Darul Hasanah dengan Desa Penungkunen, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu (14/06/2026).
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat yang secara sukarela turut ambil bagian dalam proses perbaikan. Sejak pagi hari, warga bersama Babinsa bahu-membahu mengerjakan berbagai tahapan perbaikan guna memastikan jembatan kembali aman dan layak digunakan sebagai sarana transportasi masyarakat.
Jembatan gantung tersebut diketahui memiliki peranan yang sangat vital bagi kehidupan warga di kedua kecamatan. Selain menjadi akses utama penghubung antarwilayah, jembatan itu juga digunakan masyarakat untuk menuju lahan pertanian, membawa hasil panen ke pasar, mengakses fasilitas kesehatan, serta menjadi jalur yang setiap hari dilalui para pelajar menuju sekolah.
Namun seiring berjalannya waktu dan tingginya intensitas penggunaan, kondisi jembatan mengalami kerusakan pada beberapa bagian. Sejumlah papan lantai jembatan telah lapuk dan terlepas, sementara beberapa komponen konstruksi lainnya memerlukan perbaikan agar tidak membahayakan keselamatan pengguna. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan.
Melihat kondisi tersebut, Babinsa bersama pemerintah desa dan masyarakat berinisiatif melaksanakan gotong royong sebagai langkah cepat untuk mengatasi permasalahan yang ada. Dalam kegiatan tersebut, warga dan Babinsa melakukan penggantian papan lantai yang rusak, memperkuat bagian konstruksi jembatan yang mulai rapuh, serta membersihkan area sekitar jembatan agar lebih aman dan nyaman digunakan.
Babinsa yang memimpin kegiatan, Serka Afrijal, mengatakan bahwa perbaikan jembatan gantung tersebut merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kondisi masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, keberadaan jembatan yang aman dan layak sangat penting untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat.
“Jembatan gantung ini merupakan sarana yang sangat penting bagi masyarakat. Selain menghubungkan dua wilayah, jembatan ini juga menjadi jalur utama warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Apabila kondisinya rusak dan tidak segera diperbaiki, tentu akan menghambat mobilitas masyarakat serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna,” ujar Serka Afrijal.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki sarana umum, tetapi juga untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, budaya gotong royong harus terus dipelihara karena merupakan kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.
“Sebagai aparat teritorial, Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat, memahami kondisi wilayah binaan, serta berupaya membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi warga. Kebersamaan seperti ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini menjadi kekuatan bangsa,” tambahnya.
Suasana gotong royong berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Warga dari berbagai kalangan tanpa ragu turut menyumbangkan tenaga demi kelancaran proses perbaikan. Ada yang mengangkut material, memasang papan lantai baru, memperkuat struktur jembatan, hingga membersihkan lingkungan sekitar agar akses menuju jembatan lebih nyaman digunakan.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum yang mempererat hubungan antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Sinergi yang terjalin menunjukkan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diselesaikan secara efektif melalui kerja sama dan kepedulian bersama.
Kepala desa setempat memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif Babinsa dalam menginisiasi kegiatan perbaikan tersebut. Menurutnya, kehadiran Babinsa tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga mampu menjadi penggerak dan motivator bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta membangun fasilitas umum yang ada di lingkungan mereka.
“Peran Babinsa sangat besar dalam membangun semangat gotong royong masyarakat. Berkat dorongan dan kepedulian beliau, kegiatan yang selama ini hanya menjadi wacana akhirnya dapat terlaksana dengan baik. Ini merupakan contoh nyata sinergi yang positif antara TNI dan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Samsul (53), menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada TNI, khususnya Babinsa yang telah menunjukkan kepedulian terhadap kondisi jembatan yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Babinsa yang telah peduli terhadap kondisi jembatan ini. Selama bertahun-tahun perbaikan jembatan hanya menjadi pembahasan dan rencana saja, namun kali ini benar-benar terlaksana karena adanya dorongan dan kepedulian dari Babinsa. Kehadiran TNI di tengah masyarakat memberikan semangat kepada kami untuk bergotong royong bersama. Semoga jembatan ini dapat segera selesai dan kembali dimanfaatkan oleh masyarakat dengan aman,” ungkap Samsul.
Ia menambahkan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama para petani yang setiap hari mengangkut hasil kebun dan pertanian menuju pasar. Selain itu, anak-anak sekolah dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan juga sangat bergantung pada akses tersebut.
Melalui kegiatan gotong royong ini, diharapkan jembatan gantung penghubung Desa Buntul Kendawi dan Desa Penungkunen dapat kembali berfungsi secara optimal sehingga aktivitas masyarakat di bidang pertanian, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian dapat berjalan lebih lancar. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut juga diharapkan terus terpelihara sebagai budaya positif yang mampu memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan hanya slogan semata, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong, berbagai tantangan dapat dihadapi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.