Aceh Tenggara – Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali terlihat nyata dalam proses pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Tenggara. Personel Babinsa Posramil Ketambe jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat terus memacu pekerjaan pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (26/05/2026).
Pembangunan jembatan gantung tersebut menjadi harapan besar masyarakat setelah wilayah itu terdampak banjir bandang yang mengakibatkan rusaknya akses penghubung antarwilayah. Kondisi tersebut sempat menghambat aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesulitan masyarakat, Babinsa bersama warga bergerak cepat melaksanakan berbagai tahapan pembangunan, mulai dari penggalian pondasi, perakitan besi, hingga pengecoran pondasi yang menjadi bagian paling penting dalam pembangunan jembatan tersebut.
Danposramil Ketambe Kodim 0108/Aceh Tenggara, Peltu Jumadin Selian, mengatakan bahwa percepatan pekerjaan dilakukan agar masyarakat dapat segera kembali menikmati akses transportasi yang aman dan layak. Menurutnya, pembangunan pondasi menjadi tahap krusial karena sangat menentukan kekuatan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.
Ia menjelaskan, suasana gotong royong yang tercipta di lokasi pembangunan menjadi bukti kuat eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat. Tanpa mengenal lelah, Babinsa dan warga bekerja bersama demi mewujudkan sarana penghubung yang nantinya akan menjadi urat nadi aktivitas masyarakat Desa Kati Maju.
“Deru semangat gotong royong benar-benar terasa di Desa Kati Maju. Babinsa bersama warga turun langsung merakit besi pondasi dan mengecor bagian dasar jembatan gantung perintis yang nantinya menjadi urat nadi baru perekonomian masyarakat,” ujar Peltu Jumadin Selian.
Di tengah cuaca yang panas dan medan yang cukup berat, para Babinsa bersama warga tampak tetap bersemangat menyelesaikan pekerjaan. Mereka bahu membahu melakukan pengikatan besi pondasi, penggalian tanah, hingga proses pengecoran secara manual dengan penuh kehati-hatian agar hasil pembangunan benar-benar maksimal.
Keringat yang mengalir di lokasi pembangunan menjadi simbol kuat kebersamaan, kepedulian, dan tekad bersama untuk membangun kembali akses masyarakat yang sempat terhambat akibat bencana. Semangat kebersamaan tersebut juga menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.
Peltu Jumadin Selian menegaskan bahwa tahap awal pembangunan pondasi menjadi faktor utama yang menentukan kualitas konstruksi jembatan ke depan. Oleh sebab itu, seluruh pekerjaan dilakukan secara teliti dan maksimal agar menghasilkan bangunan yang kokoh, aman, dan mampu bertahan dalam jangka waktu panjang.
“Penggalian, pengecoran, dan perakitan besi pondasi kami kebut sekaligus diperdalam, karena ini menjadi kunci utama agar jembatan nantinya benar-benar kokoh, aman, dan mampu bertahan lama,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pembangunan tersebut bukan hanya sekadar membantu pekerjaan fisik, namun juga mencerminkan tumbuhnya kesadaran bersama mengenai pentingnya infrastruktur bagi kemajuan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Banyak masyarakat datang secara sukarela untuk membantu pekerjaan tanpa harus diminta. Mereka menyadari bahwa keberadaan jembatan gantung perintis tersebut nantinya akan sangat membantu kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama dalam memperlancar aktivitas ekonomi dan sosial.
“Warga sangat antusias. Mereka datang dan bekerja bersama karena menyadari jembatan ini sangat penting. Ini bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi juga akses yang akan membuka peluang ekonomi desa,” tambahnya.
Program pembangunan jembatan gantung perintis tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama TNI Angkatan Darat dalam mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah terpencil, khususnya daerah yang terdampak bencana dan masih memiliki keterbatasan akses transportasi.
Keberadaan jembatan nantinya diyakini mampu memangkas waktu tempuh masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan akses pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta membuka peluang usaha baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Desa Kati Maju dan wilayah sekitarnya.
Dengan progres pembangunan yang terus dikebut melalui semangat gotong royong antara Babinsa dan masyarakat, warga berharap pembangunan jembatan gantung perintis tersebut dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh seluruh masyarakat secara luas.