Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kemendukbangga/BKKBN Aceh dan Islamic Relief Tinjau Pembangunan Rumah untuk Keluarga Berisiko Stunting di Kota Lhokseumawe

Jumat, 22 Mei 2026 | 08.42 WIB Last Updated 2026-05-22T01:42:23Z
Lhokseumawe – Upaya percepatan penanganan stunting melalui penyediaan hunian layak terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. BKKBN Aceh bersama Islamic Relief melakukan peninjauan langsung pembangunan rumah bagi masyarakat kurang mampu dan keluarga berisiko stunting di Kota Lhokseumawe, Kamis (21/5).

Sebanyak 50 unit rumah bantuan telah selesai dibangun dan telah ditempati oleh warga kurang mampu. Dari jumlah tersebut, 18 unit diperuntukkan khusus bagi keluarga berisiko stunting yang tersebar di sejumlah desa pada tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Blang Mangat, Muara Satu, dan Muara Dua.

Rumah bantuan tipe 36 plus tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Islamic Relief dan Baitulmal setempat. Saat ini pembangunan tahap II juga tengah berlangsung dengan tambahan sebanyak 20 unit rumah, sehingga total rumah bantuan yang dibangun untuk masyarakat miskin nantinya mencapai 70 unit.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Safrina Salim yang diwakili oleh Sekretaris Tim Pengendali GENTING Provinsi Aceh, Jopi D Saputra, bersama   Munawir selaku Community Mobilzer Islamic Relief dan Penyuluh Keluarga Berencana Kota Lhokseumawe meninjau langsung progres pembangunan rumah di wilayah tersebut. 

Dalam kesempatan itu, BKKBN menyampaikan apresiasi dan Terima kasih kepada Islamic Relief dan Baitulmal Lhokseumawe, bahwa penyediaan rumah layak menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting.

"Pembangunan rumah ini merupakan wujud komitmen dan kepedulian pemerintah, NGO, serta komunitas dalam mendukung Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Pemenuhan kebutuhan dasar berupa rumah yang layak dan sehat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," ujar Jopi.

Ia menambahkan, rumah yang sehat tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup keluarga.

Sementara itu, Koordinator Area Islamic Relief Aceh, Yusrizal, menyampaikan bahwa Islamic Relief akan terus berupaya menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan melalui dukungan para donatur dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.

"Kami terus berkomitmen mewujudkan kebutuhan rumah bagi masyarakat kurang mampu melalui dukungan para donatur dan sinergi bersama pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas," kata Yusrizal.

Kebahagiaan juga dirasakan langsung oleh keluarga penerima. Salah satunya, Suryanti, yang memiliki anak baduta (bawah dua tahun), mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

"Kami sangat bahagia dan bersyukur bisa mendapatkan rumah ini. Dulu kami tinggal dengan kondisi yang sangat terbatas, sekarang anak kami bisa tumbuh di rumah yang lebih nyaman dan sehat. Terima kasih kepada BKKBN, Islamic Relief, Baitulmal dan semua pihak yang telah membantu keluarga kami," ungkap Suryanti. 

Rumah bantuan berwarna putih dengan desain tahan gempa menjadi salah satu ciri khas pembangunan yang dilakukan Islamic Relief sebagai upaya menghadirkan hunian yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat.

BKKBN Aceh berharap pemenuhan kebutuhan rumah layak dan sehat dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam memutus mata rantai stunting, khususnya pada keluarga berisiko stunting di Provinsi Aceh. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan keluarga sehingga anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan mendukung masa depan yang lebih baik.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update