Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akibat Serangan Israel, Anggota DPRA Yahdi Hasan: Duka Mendalam bagi Bangsa

Selasa, 31 Maret 2026 | 12.35 WIB Last Updated 2026-04-14T01:35:22Z
Banda Aceh – Duka mendalam menyelimuti bangsa Indonesia setelah seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilaporkan gugur akibat serangan militer Israel di wilayah Lebanon selatan. Insiden terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan, yang dalam beberapa waktu terakhir semakin meluas dan melibatkan berbagai aktor bersenjata. Selasa (31/03/26)

Prajurit TNI yang bertugas di bawah bendera Misi Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) sejatinya menjalankan mandat menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan konflik, namun justru menjadi korban dalam situasi yang semakin tidak terkendali. Selain korban meninggal dunia, dilaporkan pula terdapat sejumlah prajurit lain dari kontingen TNI maupun negara peserta misi lainnya yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Yahdi Hasan selaku Sekretaris Komisi VII DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas pemergian prajurit tersebut, melalui keterangan resmi yang disebarkan secara nasional. Ia juga mengecam keras serangan yang dinilai tidak hanya membahayakan personel penjaga perdamaian, tetapi juga melanggar prinsip-prinsip internasional yang mengatur peran dan perlindungan terhadap pasukan perdamaian PBB.

“Kita kehilangan seorang anak bangsa yang dengan rela hati berkorban untuk menjaga perdamaian dunia. Prajurit yang gugur tersebut telah menunjukkan dedikasi tinggi kepada negara dan umat manusia dengan menjalankan tugas di kawasan yang penuh tantangan,” ujar Yahdi.

Ia juga menyampaikan penghormatan tertinggi kepada keluarga yang ditinggalkan. “Kami turut merasakan kedukaan yang mendalam bersama keluarga besar TNI dan keluarga langsung prajurit yang gugur. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini,” tambahnya.

Selain itu, Yahdi mengimbau pemerintah pusat untuk terus melakukan upaya gencar agar kasus ini mendapatkan klarifikasi yang jelas dan pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum internasional. “Kita juga mendesak agar perlindungan terhadap personel misi perdamaian PBB di seluruh dunia semakin diperkuat, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

Pemerintah Indonesia telah mengkonfirmasi gugurnya prajurit tersebut dan sedang melakukan proses untuk membawa jenazah pulang ke tanah air serta memberikan pengobatan komprehensif kepada prajurit yang terluka. Kementerian Luar Negeri juga telah melakukan koordinasi dengan pihak PBB dan pemerintah Lebanon terkait penyelidikan insiden ini.

Misi UNIFIL sendiri telah beroperasi di Lebanon sejak tahun 1978 dengan mandat untuk memelihara perdamaian di perbatasan Lebanon-Israel. Kontingen TNI telah berpartisipasi dalam misi perdamaian PBB sejak tahun 1957 dan telah memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga perdamaian di berbagai kawasan konflik di dunia.

Kasus gugurnya prajurit TNI ini telah menarik perhatian publik dan berbagai lembaga negara, dengan banyak pihak yang menyampaikan dukungan serta tuntutan agar upaya perlindungan terhadap pasukan perdamaian semakin diperkuat.(***)

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update