Aceh Tenggara – Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah terjadinya banjir dan penyebaran penyakit, anggota Posramil Ketambe bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan saluran parit di Desa Lueser, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (05/03/2026).
Kegiatan kerja bakti tersebut dipimpin langsung oleh Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian, serta melibatkan pekerja dari PT Anindia dan masyarakat setempat. Gotong royong ini difokuskan pada pembersihan saluran parit yang tertimbun pasir, rumput liar, serta sampah yang terbawa arus saat bencana alam melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Pembersihan parit dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi terjadinya genangan air maupun banjir, terutama mengingat sebagian wilayah Kabupaten Aceh Tenggara saat ini mulai memasuki musim penghujan. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mencegah berkembangnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sering muncul akibat lingkungan yang kotor dan adanya air yang tergenang.
Danposramil Ketambe Peltu Jumadin Selian menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan di wilayah binaan, sekaligus sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara aparat teritorial dengan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan saluran air yang bersih dan berfungsi dengan baik sangat penting untuk menjaga kondisi lingkungan agar tetap sehat dan aman dari potensi bencana.
“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami bersama masyarakat membersihkan parit yang tersumbat oleh pasir, rumput, dan sampah yang terbawa saat bencana beberapa waktu lalu. Dengan parit yang bersih, diharapkan aliran air dapat kembali lancar sehingga tidak menimbulkan genangan yang berpotensi menyebabkan banjir maupun berkembangnya nyamuk penyebab penyakit DBD,” ujar Peltu Jumadin Selian.
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat saja, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut Babinsa juga memberikan motivasi serta imbauan kepada warga agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal, khususnya saluran air yang berada di sekitar pemukiman.
Selain bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan gotong royong ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan serta mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan.
Menurut Peltu Jumadin Selian, kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat tidak hanya dalam kegiatan pengamanan wilayah, tetapi juga dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Kami ingin terus membangun kebersamaan dengan masyarakat. Dengan turun langsung bersama warga seperti ini, hubungan antara TNI dan masyarakat akan semakin dekat serta dapat menumbuhkan semangat gotong royong yang menjadi budaya bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Lueser, Ariga, menyampaikan rasa terima kasih kepada anggota Posramil Ketambe serta para pekerja PT Anindia yang telah turut membantu masyarakat dalam membersihkan saluran parit di desa mereka.
Menurutnya, kegiatan gotong royong tersebut sangat membantu masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, khususnya setelah wilayah tersebut terdampak bencana beberapa waktu lalu.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI, khususnya Posramil Ketambe, serta pihak PT Anindia yang telah ikut membantu masyarakat membersihkan parit di desa kami. Dengan adanya kegiatan ini, lingkungan kami menjadi lebih bersih dan aliran air kembali lancar,” ungkap Ariga.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar berkat kerja sama yang solid antara TNI, pihak perusahaan, dan masyarakat setempat.
Menurutnya, tanpa adanya kebersamaan dan semangat gotong royong, kegiatan seperti ini tentu tidak akan dapat terlaksana dengan maksimal.
Melalui kegiatan kerja bakti ini diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pihak perusahaan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, serta terbebas dari potensi banjir dan penyakit.