KOTA JANTHO – Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh melakukan survei lokasi penempatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Sabtu (7/2/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memetakan potensi desa sekaligus beradaptasi dengan lingkungan sebelum memulai masa pengabdian secara resmi.
Kegiatan survei ini merupakan bagian dari program besar Badan Pelaksana KPM/KKN Unaya tahun 2026 yang menerjunkan total 600 mahasiswa untuk tersebar di 32 gampong di wilayah Kecamatan Darul Imarah.
Sambut Hangat Kehadiran Mahasiswa
Rombongan mahasiswa yang didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Syarifah Rahmiza Muzana, M.Pd., disambut langsung oleh Keuchik Leu Ue, Yusri, VE, ST, Sekretaris Gampong, Setiawan Abdalla, A.Md, serta jajaran perangkat desa di kantor Keuchik setempat.
Keuchik Leu Ue, Yusri, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Unaya yang telah memilih desanya sebagai lokasi KKN tahun ini. Ia memastikan bahwa warga Leu Ue siap mendukung penuh kehadiran para mahasiswa.
"Atas nama masyarakat, kami siap menerima adik-adik mahasiswa Unaya. Kami berharap kehadiran mereka mampu memberikan manfaat nyata, terutama dalam mentransfer ilmu yang didapat di bangku kuliah untuk kemajuan warga kami," ujar Yusri.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara mahasiswa dengan perangkat desa agar program kerja yang telah direncanakan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Fokus pada Edukasi dan Etika Bermasyarakat
Sementara itu, Dr. Syarifah Rahmiza Muzana selaku DPL menjelaskan bahwa mahasiswa dijadwalkan akan mulai menetap dan melakukan pengabdian penuh selama satu bulan terhitung sejak 10 Februari 2026.
“Kami menitipkan anak-anak kami di sini. Saya berharap Bapak Keuchik beserta tokoh masyarakat dapat membimbing mereka, tidak hanya soal program kerja, tapi juga mengenai etika, adat istiadat, dan budaya lokal di Leu Ue,” ungkap Syarifah saat menyampaikan salam dari Rektorat Unaya.
Harapannya, melalui KKN ini, mahasiswa tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban akademik, tetapi benar-benar memperoleh bekal pengalaman sosial yang matang sebelum nantinya terjun ke dunia kerja dan masyarakat luas.