Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Debit Air Mata Ie Turun, PDAM Tirta Mountala Aceh Besar Imbau Warga Hemat Air

Selasa, 03 Februari 2026 | 12.02 WIB Last Updated 2026-02-03T05:03:05Z
Kondisi Terkini Kolam Mata Ie Salah Satu Sumber Air Bersih PDAM Tirta Moutala Aceh Besar, Selasa, (2/2/2026). Photo : PDAM Tirta Montala, Aceh Besar.
Banda Aceh
- Memasuki awal musim kemarau, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mountala Aceh Besar mengimbau seluruh pelanggan untuk menggunakan air bersih secara bijak. Imbauan ini disampaikan menyusul terjadinya penurunan signifikan debit air baku dari sumber Mata Ie akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Direktur Teknis PDAM Tirta Mountala, Salman, ST, mengatakan penurunan debit air baku mulai berdampak pada distribusi air bersih ke sejumlah wilayah layanan, terutama di kawasan padat penduduk.

“Debit pengambilan air baku dari Mata Ie sebelumnya berada di kisaran 150 liter per detik, namun sejak awal Februari 2026 turun menjadi sekitar 120 liter per detik. Kondisi ini memaksa kami melakukan penyesuaian distribusi agar pelayanan tetap berjalan,” ujar Salman, Selasa (3/2/2026).

Akibat penurunan debit tersebut, suplai air ke beberapa kecamatan seperti Darul Imarah, Darul Kamal, dan Peukan Bada mengalami pengurangan, terutama pada jam-jam puncak penggunaan air. Pelanggan di wilayah tersebut diminta memahami kondisi yang terjadi dan turut berperan aktif dalam menghemat pemakaian air bersih.

Salman menegaskan, PDAM Tirta Mountala tetap berupaya maksimal agar distribusi air tidak terhenti sepenuhnya. PDAM terus berupaya menjaga pasokan air untuk masyarakat walaupun dengan debit terbatas sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kekosongan total pasokan.

“Total debit air yang dapat kami distribusikan saat ini hanya sekitar 40 liter per detik. Pengoperasian instalasi pengolahan air atau WTP dilakukan secara terbatas, disesuaikan dengan kondisi sumber air baku,” jelas Salman.

Menghadapi situasi ini, PDAM Tirta Mountala mengimbau masyarakat untuk menampung air saat aliran masih lancar, serta menggunakan air bersih dengan efisien untuk kebutuhan prioritas.

“Kami mengharapkan kesadaran dan kerja sama seluruh pelanggan agar ketersediaan air dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama jika kondisi debit kembali menurun,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Salman, juga mengajak masyarakat yang bermukim di sekitar sumber air baku dan kawasan tangkapan air WTP Darul Imarah untuk ikut berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, keberlangsungan pasokan air bersih sangat bergantung pada kondisi hutan dan ekosistem di sekitar sumber air.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan daerah resapan air, serta tidak melakukan penebangan liar, penggalian, maupun aktivitas eksploitasi sumber daya alam secara ilegal di sekitar sumber air baku. Kelestarian lingkungan menjadi kunci utama keberlanjutan layanan air bersih bagi masyarakat,” jelasnya.

Salman menegaskan, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan tidak hanya berdampak pada ketersediaan air saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Aceh mulai memasuki awal musim kemarau sejak akhir Januari 2026. Meskipun intensitas kemarau masih tergolong rendah, beberapa daerah telah mencatat Hari Tanpa Hujan (HTH).

BMKG memprakirakan kondisi kemarau intensitas rendah ini akan berlangsung hingga Maret 2026, sebelum kembali diselingi hujan pada periode April hingga Juni. Namun demikian, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi, khususnya di wilayah pesisir barat Aceh.

PDAM Tirta Mountala Aceh Besar mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini serta bersama-sama menjaga ketersediaan air bersih di tengah kondisi penurunan debit sumber air baku. []

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update