Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

BKKBN Aceh dan Ovolpe Hadirkan Pelayanan KB MKJP bagi Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara

Kamis, 26 Februari 2026 | 16.10 WIB Last Updated 2026-02-26T14:17:54Z
Aceh Utara — Kemendukbangga/BKKBN Aceh bekerja sama dengan Ovolpe melaksanakan kegiatan kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir di Desa Riseh Baroh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Kamis, 26 Februari 2026.

Sebanyak 100 orang dari kelompok 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non PAUD) menerima bantuan berupa alat kontrasepsi (alokon) serta paket bantuan kesehatan reproduksi. Bantuan ini bertujuan memastikan kebutuhan dasar kesehatan reproduksi tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat, sekaligus memberikan rasa aman dan dukungan bagi perempuan dan anak yang terdampak bencana.

Selain penyaluran bantuan, pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) juga dilaksanakan langsung di posko bencana oleh tenaga kesehatan. Pada kesempatan tersebut, sebanyak lima akseptor menerima pelayanan pemasangan implan satu batang sebagai metode kontrasepsi jangka panjang. Pelayanan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program KB di wilayah terdampak, sekaligus membantu para ibu merencanakan kehamilan secara sehat dan terencana meskipun berada dalam situasi bencana.

Tidak hanya itu, tim juga melakukan pembagian alat dan obat kontrasepsi (alokon) kepada pasangan usia subur (PUS) warga terdampak banjir. Pembagian ini disertai edukasi dan konseling agar penggunaan kontrasepsi sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing akseptor, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan layanan dukungan psikososial bagi balita. Melalui aktivitas bermain bersama, anak-anak diajak kembali merasakan keceriaan, mengurangi stres, serta membangun rasa aman di lingkungan pengungsian.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Aceh, Safrina Salim, menyampaikan,
“Penyaluran alat kontrasepsi hari ini bukan hanya tentang memberikan layanan KB, tetapi juga memastikan para ibu dan pasangan memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Dengan pengetahuan yang tepat, kita bisa merencanakan kehamilan secara sehat, mencegah risiko kesehatan, serta mewujudkan keluarga yang berkualitas. Kami mengajak seluruh akseptor untuk tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar penggunaan alat kontrasepsi sesuai dengan kondisi masing-masing.”
Melalui kolaborasi ini, Kemendukbangga/BKKBN Aceh menegaskan komitmennya untuk tetap menghadirkan pelayanan kesehatan reproduksi yang responsif dan berkelanjutan, bahkan di tengah situasi bencana, demi terwujudnya keluarga yang sehat dan berkualitas di Provinsi Aceh.

*Humas dan Informasi Publik*

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update