Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

BKKBN Aceh Pulihkan Trauma Ratusan Anak Korban Bencana di Bireuen dan Pidie Jaya

Selasa, 09 Desember 2025 | 10.22 WIB Last Updated 2025-12-09T10:55:49Z
BANDA ACEH – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Aceh sigap memberikan dukungan psikologis bagi anak-anak korban bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya. Sebanyak 250 anak menjalani kegiatan pemulihan trauma (trauma healing) yang dilaksanakan pada 5 dan 6 Desember 2025.

Aksi GenRe Aceh di Lokasi Pengungsian
Kegiatan trauma healing ini diinisiasi oleh Forum Generasi Berencana (GenRe) Provinsi Aceh. Lokasi pelaksanaannya tersebar di beberapa titik pengungsian dan Balai Keluarga Berencana (KB).

Dari total 250 anak yang dilayani, rinciannya adalah 150 anak berada di Kabupaten Pidie Jaya dan 100 anak di Kabupaten Bireuen (Kecamatan Peusangan).

Mantan Duta GenRe Putra Indonesia 2024 asal Aceh, Muhammad Dzaky Raihan, menjelaskan bahwa trauma healing ditujukan bagi anak-anak berusia 5 hingga 17 tahun.

"Mereka terlihat sangat ceria. Apalagi disuguhkan dengan berbagai permainan dan hadiah menarik. Kami juga menghadirkan psikolog," papar Dzaky, di Banda Aceh, Senin (8/12/2025).

Di Pidie Jaya, kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, beserta tim. Turut hadir pula istri Wakil Gubernur Aceh, Ny. Mukarramah, dari Tim Penggerak PKK Aceh.

Dzaky menuturkan bahwa banyak anak kehilangan tidak hanya rumah dan harta benda, tetapi juga sarana pendidikan, baik formal maupun nonformal. Meskipun demikian, ia melihat ketabahan pada diri anak-anak korban bencana.

"Ini tercermin dari senyum dan tawa mereka yang hangat," cerita Dzaky.

Hal senada juga disampaikan oleh Duta GenRe Putra Indonesia 2025 asal Aceh, Fikrul Azka. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar anak korban bencana belum sepenuhnya menyadari situasi yang terjadi. Namun, momen emosional tak terhindarkan.

"Tapi disesi bercerita dan meluapkan emosi, tak sedikit adik-adik kami ini menangis," cerita Fikrul lirih, yang juga menambahkan bahwa persediaan pakaian mereka saat ini sangat terbatas.

Kegiatan trauma healing ini diharapkan dapat membantu anak-anak korban bencana untuk pulih secara psikologis dan mengembalikan keceriaan mereka di tengah masa sulit.



News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update