Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Perkuat Ketahanan Keluarga, BKKBN Aceh Gelar Seminar Parenting Soroti Harmoni Peran Ayah dan Ibu

Rabu, 19 November 2025 | 08.24 WIB Last Updated 2025-11-20T04:25:02Z
Banda Aceh – Dalam rangka menyambut Hari Anak Sedunia, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh berupaya keras mewujudkan harmoni pengasuhan anak melalui pelaksanaan Seminar Parenting. Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan orangtua dan remaja ini fokus membahas isu maraknya hilangnya sosok ayah dan dominasi peran ibu dalam pengasuhan.

Acara bertajuk "Harmoni Peran Ayah dan Ibu dalam Pengasuhan sebagai Pondasi Ketahanan Keluarga" ini dilaksanakan dengan sukses di Aula Arafah, Asrama Haji, pada Selasa (18/11/2025).

Dorongan BKKBN untuk Kolaborasi Pengasuhan
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, SKM, M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kontribusi nyata BKKBN dalam mendorong terbentuknya keluarga berkualitas.

“Kami mengharapkan kegiatan ini bisa memberikan pemahaman dan kontribusi nyata dalam berkolaborasi antara ayah dan ibu, membangun komunikasi di lingkungan keluarga dalam rangka memberikan pengasuhan pada anak,” tegas Safrina dalam sambutannya, menekankan pentingnya peran pasangan sebagai satu tim pengasuh.

Dukungan penuh datang dari Pemerintah Aceh. Acara ini dibuka oleh Istri Wakil Gubernur Aceh, Mukarramah Fadlullah. Ia meyakini bahwa pola pengasuhan yang baik dan harmonis adalah pondasi dalam pembangunan keluarga bahagia, selaras dengan program BKKBN.

“Kualitas keluarga yang baik tidak bisa dilepaskan dari pola asuh anak yang harmonis antara ayah dan ibu. Kami yakin kolaborasi antara Pemerintah Aceh, BKKBN, dan seluruh tokoh masyarakat dapat meningkatkan kualitas keluarga,” ungkap Mukarramah.

Ayah sebagai Qawwam dan Pentingnya Komunikasi Pasangan. Seminar menghadirkan narasumber kredibel, yaitu Prof. Syafrilsyah Syarif (Guru Besar Psikologi UIN Ar-Raniry) dan Nucke Yulandari, M.Psi, Psikolog (Dosen 
Psikologi USK). Prof. Syafrilsyah menyoroti bahwa ayah memiliki peran sebagai Qawwam (pemimpin, pelindung), yang bertanggung jawab atas stabilitas, nilai, dan jaminan keamanan keluarga. Ia mencontohkan, peran ayah sangat penting dalam membimbing anak agar tidak menjadi korban perundungan.

“Pengasuh adalah tim, ayah dan ibu. Komunikasi antara pasangan adalah pondasi dalam ketahanan keluarga,” pungkas Prof. Syafrilsyah.

Sementara itu, Nucke Yulandari menyoroti bahwa ketahanan keluarga lahir dari keharmonisan hubungan, dimulai dari pembinaan mental dan kesiapan saat menikah. Ia menegaskan bahwa ayah dan ibu membawa kekuatan yang berbeda dan saling melengkapi.

“Anak membutuhkan kehadiran keduanya [ayah dan ibu] untuk bisa tumbuh sehat dan bahagia,” tutup Nucke, memperkuat pesan BKKBN tentang pentingnya peran ganda yang seimbang dalam pengasuhan.

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis, termasuk pengurus TP-PKK Aceh, Kepala SKPA, pengurus PAUD/TPA Banda Aceh, Pegiat Komunitas Anak, dan Mitra Pentahelix, menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga berkualitas di Aceh.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update