Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Ketua DPRK Aceh Besar Kritisi Open Seremoni PKA-8 Tanpa Bahasa Aceh

Minggu, 05 November 2023 | 18.56 WIB Last Updated 2023-12-14T05:57:05Z
Aceh Besar - Ketua DPRK Aceh Besar Iskandar Ali  mengkritisi pembukaan event Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.

Menurut Iskandar Ali, sepanjang acara pembukaan itu tak sepotong pun ada ucapan kalimat berbahasa Aceh, baik berupa pesan dan petuah berbasis budaya (Aceh) dari pejabat yang mengisi seremoni pembukaan.

“Saya benar-benar kecewa,kok bisa dalam perhelatan budaya Aceh tak ada sepotong pun bahasa Aceh yang terucap, apakah itu berupa pesan, hadih maja atau petuah yang menggunakan bahasa Aceh,” kata Iskandar Ali.

Hal itu disampaikan Ketua DPRK Aceh Besar itu kepada sejumlah wartawan yang diundang ke Anjungan Aceh Besar setelah acara pembukaan PKA-8, Sabtu malam, 4 November 2023.

“Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya benar-benar kecewa dengan kemasan acara pembukaan PKA-8. Saya sengaja miringkan kupiah adat yang saya pakai sebagai isyarat kekecewaan,” ujarnya.

Menurutnya, PKA adalah momentum untuk membuktikan kehebatan orang Aceh dalam bidang seni dan budaya. Sejatinya PKA harus bisa lebih membakar spirit orang Aceh agar bangga dengan budayanya.

“Kita sangat berharap prosesi pembukaan mengalir apa adanya, sehingga masyarakat Aceh benar-benar menikmati dan sadar bahwa yang sedang digelar adalah event-nya orang Aceh. Ada kebanggaan yang akan muncul di sana,” imbuhnya.

Himne Aceh

Hal lain yang menurut Iskandar juga melenceng adalah himne Aceh yang aransemennya seperti berubah dari yang asli, sehingga semangat (heroik) dari himne tersebut tidak dapat lagi.

Menurut Iskandar, himne Aceh yang merupakan ciptaan seniman Mahrisal Rubi tersebut sudah ditetapkan sebagai ‘Hymne Aceh’ berdasarkan Qanun Nomor 2 Tahun 2018.

“Jadi, semuanya harus sesuai dengan yang telah ditetapkan. Apalagi selama ini masyarakat Aceh sudah sangat akrab dengan himne tersebut. Kenapa kok tiba-tiba berubah, ini harus dijelaskan,” katanya.

Ia pun melantunkan intro dari himne yang menurutnya sangat heroik dan memiliki kebanggaan bagi masyarakat Aceh tersebut.

“Bumoe Aceh nyoe keuneubah Raja. Sigak meubila Bangsa. Mulia Nanggroe. Mulia dum Syuhada, Meutuah bijèh Aceh mulia.”

News

×
Berita Terbaru Update