Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

PKK Aceh Serahkan Setengah Ton Beras Vitamin Untuk Pidie

Jumat, 25 November 2022 | 16.56 WIB Last Updated 2022-11-26T09:59:38Z
Banda Aceh – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Ayu Candra Febiola Nazuar, secara simbolis menyerahkan Setengah Ton bantuan beras bergizi fortivit untuk PKK Kabupaten Pidie, Kamis (24/11/2022).

Penyerahan bantuan itu diserahkan langsung oleh Ayu Marzuki, kepada Pj Ketua TP PKK Kabupaten Pidie Suhaidah Sulaiman, yang berlangsung di Restoran Meuligoe Gubernur Aceh.

Bantuan beras vitamin yang berasal dari bantuan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Wilayah Aceh melalui PKK Aceh itu, diserahkan untuk membantu menurunkan angka stunting di Kabupaten Pidie, di mana prevalensi anak stunting di daerah tersebut di nilai masih cukup tinggi.

Ayu dalam arahannya meminta, TP PKK Kabupaten Pidie agar segera menggencar sosialisasi dan melakukan segala upaya penanggulangan terkait penurunan stunting kepada masyarakat. Seperti menjaga kesehatan ibu hamil khusus yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Sebab, stunting dapat terjadi bukan hanya akibat asupan gizi kurang di masa balita, tetapi juga kekurangan gizi yang sejak dalam kandungan. “Pemberian makanan yang bernutrisi sangat penting menjaga kesehatan ibu hamil agar tidak KEK, harus lakukan edukasi secara persuasif khususnya untuk imunisasi,” kata Ayu.

Apalagi kata Ayu, Pidie telah ditetapkan sebagai KLB Polio, dengan temuan satu kasus pasien yang kini menjadi sorotan nasional. Di mana pencegahan penyakit polio itu hanya bisa dilakukan melalui imunisasi.

Karena itu, ia menginginkan keterlibatan semua pihak untuk segera menuntas permasalahan itu. “Kita harus libatkan aparat desa baik itu Babinsa dan Babhinkamtibmas. Kita harus bersinergi dengan Forkompimda,” ujar Ayu.

Oleh karenanya, Ia berharap Pemerintah dan PKK Pidie memiliki harus lebih gencar sosialisasikan dan mengedukasi stunting dan imunisasi anak khususnya polio, dengan menggunakan segala media agar lebih mendekatkan informasi itu kepada masyarakat, sehingga tidak ada penolakan lagi terhadap imunisasi.
×
Berita Terbaru Update