Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kadinkes Aceh: Pemberian Tablet Tambah Darah Untuk Remaja Harus Prioritas

Senin, 31 Oktober 2022 | 11.24 WIB Last Updated 2022-10-31T04:24:17Z
Banda Aceh - Pemerintah Aceh melalui Kepada Dinas Kesehatan terus berupaya melakukan berbagai langkah pencegahan, salah satunya dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri dalam proses pertumbuhannya.

TTD itu, selain untuk meminimalisir potensi anemia yang berakibat terhadap kesehatan dan prestasi di sekolah, juga untuk mempersiapkan kesehatan remaja putri pada saat sebelum menjadi seorang ibu.

Pemberian TTD pada remaja putri ini untuk mencegah ibu nantinya melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) atau berat badan lahir rendah (BBLR).

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif mengatakan, dengan minum TTD secara rutin, diharapkan mampu mengurangi potensi anemia dan lahirnya bayi dalam keadaan stunting dari para ibu di Indonesia.

Sehingga terciptanya generasi muda dan generasi penerus yang sehat serta mampu berdaya saing dapat terbentuk dengan maksimal.

Kemudian, pemeriksaan kesehatan secara juga harus dilakukan secara rutin ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk membantu mendeteksi suatu penyakit sejak dini.

“Sehingga penyakit tersebut dapat dicegah dan mendapatkan penanganan pengobatan yang tepat sebelum penyakit datang menyerang,” kata Hanif, Senin 31 Oktober 2022.

Saat ini, selain kelompok ibu hamil dan balita, kelompok remaja putri merupakan salah satu dari fokus upaya pencegahan stunting di Aceh.

Remaja putri merupakan salah satu dari kelompok sasaran yang perlu menjadi perhatian dinas kesehatan untuk mencegah anak lahir stunting.

Karena itu, pemberian TTD pada remaja putri menjadi program prioritas, selain itu juga harus didukung dengan screening anemia secara rutin.

Pemberian TTD tersebut harus diberikan pada semua remaja putri, mulai dari tingkat SMP dan SMA di seluruh Aceh selama 52 minggu dalam setahun.

“Pemberian tablet tambah darah ini diharapkan dapat diberikan secara rutin pada hari yang sama pada semua remaja putri setiap minggunya, selama 52 Minggu dalam setahun,” pungkas dr Hanif.[Advertorial] 
×
Berita Terbaru Update