Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

BI Dukung Pengembangan Ekonomi Hijau di Aceh

Jumat, 16 September 2022 | 14.12 WIB Last Updated 2022-09-16T07:12:31Z
Banda Aceh - BI Aceh telah melaksanakan Lokakarya dengan tema “Memperkuat Kemitraan untuk Pertumbuhan Ekonomi Hijau di Kabupaten Aceh Jaya dan Kawasan Barat Selatan Aceh (Barsela)”, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh. Kamis (15/9).

Lokakarya diawali dengan sambutan oleh Pj. Bupati Aceh Jaya Dr. Nurdin, S.Sos, M.Si yang memaparkan pentingnya membangun koridor ekonomi hijau di kawasan Barsela. 

Kemudian dilanjutkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA., MBA. yang menyampaikan strategi memperkuat pembangunan sektor unggulan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Diharapkan ke depan ada desa-desa unggulan pariwisata dari Aceh. 

Dalam kesempatan tersebut Achris mengatakan, Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada prinsip People, Planet, dan Prosperity.

Bank Indonesia mendorong implementasi ekonomi hijau melalui kebijakan keuangan hijau, dimana BI mendorong bank bersama debitur bank untuk bertransformasi menuju ekonomi rendah karbon. 

Achris juga menyampaikan bahwa perubahan iklim menjadi isu yang penting dan punya dampak terhadap perekonomian. Perubahan iklim dapat menyebabkan menurunnya tingkat produksi, serta menganggu pasokan pangan. 

Tingginya permintaan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan bisa menyebabkan kenaikan tingkat harga atau disebut dengan inflasi. 

Inflasi Aceh pada triwulan II 2022 adalah 5,99% (yoy). Sementara itu, inflasi di Kota Meulaboh 6,21% (yoy). Inflasi di Kawasan Barsela dapat dilihat dari kota inflasi Meulaboh. 

Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan inflasi di Kawasan Barsela relatif lebih tinggi daripada rata-rata Provinsi Aceh. Posisi terakhir pada bulan Agustus 2022, inflasi Aceh berada di peringkat 8 nasional. 

Untuk mendukung akselerasi pembangunan di Kawasan Barsela, perlu dirumuskan kebijakan dan program unggulan, baik yang bersifat quick win maupun longterm. 

Pertama, perlu menyusun roadmap yang memuat rencana jangka pendek, menengah dan panjang dalam koridor Barsela, termasuk pengembangan ekonomi hijau. 

Kedua, meningkatkan kolaborasi dan sinergi untuk menentukan integrasi kawasan ekonomi. 

Ketiga, mewujudkan ekosistem investasi yang baik. 

Keempat, mempercepat hilirisasi industri untuk menambah nilai ekonomis daerah. 

Selaras dengan BI, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr. Ir. Ruandha Agung Sugardiman, M.Sc. menjelaskan bahwa pembangunan sudah semestinya harmoni dengan lingkungan. 

Dengan mengangkat topik mengenai isu perubahan iklim dan FOLU (Forestry and Other Land Uses) Net Sink 2030, Ruandha menyampaikan bahwa efek gas rumah kaca membuat pemanasan global semakin memburuk. 

Cuaca ekstrim semakin sering terjadi, dengan siklus perubahan yang cepat. Perubahan iklim juga dapat menganggu proses produksi. 

Lokakarya menghadirkan beberapa narasumber, meliputi Bappenas, Bappeda Aceh, Dinas Lingkungan Hidup Aceh, Pj. Bupati Aceh Singkil, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Achris Sarwani.

×
Berita Terbaru Update