Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pj Bupati Aceh Besar Sampaikan Duka Mendalam Atas Musibah di Bendungan Brayeun

Jumat, 26 Agustus 2022 | 10.47 WIB Last Updated 2022-08-26T03:47:30Z
Aceh Besar - Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM menyatakan duka yang mendalam atas musibah atau tragedi banjir bandang yang melanda lokasi wisata alam Bendung Brayeun di Gampong Meunasah Mesjid Kecamatan Leupueng Kabupaten Aceh Besar, Kamis (25/08/2022) sekitar pukul 14.50 WIB.

“Atas nama Pemerintah Aceh Besar dan pribadi, saya menyatakan duka yang mendalam. Ini juga bagian dari ketentuan Allah atas umatNya. Karena itu kami minta semua kita memperbanyak sabar atas musibah ini,” kata Iswanto.

Menurut Iswanto, sejenak mengetahui adanya musibah, pihaknya langsung memerintahkan Kalak BPBD, Kadisparpora Aceh Besar dan jajarannya untuk melakukan koordinasi, termasuk dengan jajaran TNI/Polri serta Tim SAR. Serta memerintahkan lini BPBD dan jajaran terkait di Aceh Besar untuk turun ke lokasi musibah. Intinya, sebelum turun ke lapangan, Pj Bupati Iswanto telah memberi arahan kepada Kalak BPBD dan Kadisparpora Aceh Besar, untuk bekerja secara allout.

“Kita senantiasa mengingatkan agar pemerintah hadir dalam kesempatan pertama pasca adanya musibah. Karena iu juga bagian dari harapan rakyat yang butuh dukungan moral saat mereka diuji oleh Yang Maha Kuasa dengan segala kehendakNya,” tandas Iswanto.

Pada sisi lain ia mengingatkan semua pelancong di lokasi wisata, terutama wisata alam dalam bentuk sungai atau air terjun, untuk senantisa waspada dengan kondisi cuaca. Lokasi wisata alam sungai dan air terjun sangat rawan terjadi terjangan banjir bandang. Karena lokasi tangkapan air di hulu sungai makin berkurang, akibat pemotongan hutan secara sembarangan.

“Ini pelajaran kepada semua pihak, untuk tidak lagi melakukan upaya illegal loging dan illegal mining, karena ujung ujungnya yang menderita adalah masyarakat sendiri, terutama masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai (DAS). Dan kerawanan itu juga mengintip pengunjung lokasi wisata. Jadi perbuatan segelintir orang berbuah musibah bagi orang lain yang tak tahu menahu dengan pelanggaran tersebut,” tutur Iswanto.

Pj Bupati Aceh Besar itu juga memerintahkan stafnya di BPBD serta instansi terkait di Aceh Besar, untuk allout atas pencarian korban musibah yang juga santri Dayah Raudhatul Quran Al aziziah Gampong Lamsiteh Darul Imarah Aceh Besar. Bahkan salah seorang santri yang masih hilang itu berasal dari Malaysia. “Mari kita doakan agar semua santri yang masih hilang itu dtemukan dalam kondisi selamat,” ujar Iswanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, lokasi pemandian bendungan Brayeun di Gampong Meunasah Mesjid Kecamatan Leupueng Aceh Besar, Kamis (25/08/2022) sekira pukul 14.50 WIB, diterjang banjir bandang. Saat itu, serombongan santri dari Dayah Raudhatul Quran Al aziziah Gampong Lamsiteh Darul Imarah Aceh Besar, yang sedang mandi di lokasi bendungan Brayeun, langsung terseret arus kuat banjir bandang. Satu orang santri , atas nama Saiful Amani (23) dari Kuta Fajar, Aceh Selatan berhasil diselamatkan.

Sampai berita ini diturunkan, sebanyak empat santri masih dalam status dicari, alias belum ditemukan. Tim pencarian gabungan yang terdiri atas personil BPBD Aceh Besar, unsur TNI dan Polri serta tim SAR dan masyarakat, masih menyisir sepanjang jalur DAS yan berakhir di Kuala Leupueng.
Kalak BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil SSos MSi didampingi Ka Pusdalops Iqbal, mengakui terjadinya musibah kecelakaan sungai itu.

“Iya personil kami telah turun ke lapangan bergabung dengan tim pencari gabungan di sana. Barusan juga dilaporkan bahwa satu orang telah ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Ridwan Jamil.
Ikbal merinci identitas ke empat korban yang masih dicari. Mereka adalah, Fakhrulrazi (20) santri asal Malaysia. Darazatul Aulia (17) dari Desa Rumoh Panjang Kuala batee Abdya. M. Reza Asri (18) dari Punge Banda Aceh dan Ahmadal Hadi (17) asal Gampong Lam Hasan Peukan Bada Aceh Besar.

Lebih jauh dirincikan, rombongan Santri beserta pimpinan Dayah An. Tgk. Salman melakukan liburan ke tempat wisata tersebut. Sekitar pukul 14.00 WIB sebahagian Santri mandi di pemandian Krueng Brayeun. Tak lama kemudian hujan dengan intensitas tinggi pun mengguyur wilayah tersebut. Dalam waktu seketika terjadi luapan air sungai, setelah air deras mengglontor dari hulu hingga menyeret sebahagian santri yang sedang mandi yang gagal keluar ke tepian. (*)
×
Berita Terbaru Update