Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Anggota DPRA Usulkan Aceh Harus Miliki Pabrik Minyak Goreng Sendiri

Jumat, 21 Januari 2022 | 14.33 WIB Last Updated 2022-06-03T07:35:43Z
Banda Aceh - Terkait kelangkaan minyak goreng di Aceh, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Yahdi Hasan menilai Aceh harus memiliki pabrik produksi minyak goreng.

“Sangat perlu di Aceh dibangun dua atau tiga pabrik minyak goreng. Aceh memiliki bahan baku, Aceh mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM), dan Aceh mempunyai uang untuk membangun pabrik tersebut,” kata Anggota Komisi 2 DPRA, Yahdi Hasan, Sabtu (19/2/2022), menanggapi kelangkaan minyak goreng dalam beberapa waktu terakhir di Aceh.

Selama ini, Yahdi Hasan menjelaskan, Aceh mengirim minyak kelapa sawit berupa cairan CPO lebih dari dua juta ton per hari ke luar daerah.

“Jadi bahan baku ini bisa saja sebagian disetop dan diolah di Aceh menjadi minyak goreng berlabel Aceh atau minyak goreng dengan brand lokal,” ujarnya.

Politisi Partai Aceh ini menegaskan, dirinya akan mengupayakan ide tersebut untuk nantinya membahas bersama Pemerintah Aceh agar ada solusi bagaimana nantinya menghadirkan pabrik minyak goreng di Aceh.

“Di samping pendapatan Aceh bertambah, tentunya ini juga peluang menampung tenaga kerja bagi rakyat Aceh, dan dapat mengurangi pengangguran jika pabrik ini berhasil dibangun di Aceh,” ungkapnya.

“Ini serius untuk kita perjuangkan, Insya Allah rakyat Aceh akan mendukung pembangunan pabrik minyak goreng di Aceh,” tambah anggota dewan asal dapil Aceh Tenggara – Gayo Lues ini.

Selain itu, Yahdi Hasan menilai, program pendirian pabrik tersebut juga dapat sekaligus untuk pengganti dana Otsus yang sudah berkurang 1 persen sejak 2023 dari 2 persen yang selama ini diterima Aceh.

“Menurut data yang kami dapat, bahwa di Aceh ada 58 Pabrik Kelapa Sawit (PKS), dimana dari jumlah itu sebanyak 48 aktif berproduksi setiap hari. Ini adalah program pembangunan pilot project bagi Aceh,” kataYahdi Hasan.

“Aceh mempunyai hampir semua kebutuhan pembangunan pabrik kelapa sawit, termasuk lokasi pabrik itu sendiri. Maka dari itu, pembangunan pabrik minyak goreng ini harus terwujud,” pungkasnya. [Parlementaria]
×
Berita Terbaru Update