Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Bank Indonesia Resmikan Kas Titipan di Meulaboh

Senin, 04 April 2022 | 19.32 WIB Last Updated 2022-04-04T12:32:19Z
Meulaboh - Dalam rangka mendukung tugas dan fungsi Bank Indonesia di bidang Sistem Pembayaran Tunai, yaitu memenuhi kebutuhan uang tunai di masyarakat dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan layak edar, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh melaksanakan mandat tersebut salah satunya melalui penyelenggaraan Kas Titipan di Meulaboh. Senin (4/4).

Secara historis, pada tahun 2017, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama BNI KC Meulaboh telah membuka layanan Kas Titipan bagi Perbankan di Meulaboh dan sekitarnya. 

Sebagai respon terhadap penerapan Qanun LKS, BNI Meulaboh selaku bank pengelola mengajukan pengunduran diri dan penutupan Kas Titipan pada Agustus 2020. 

Berdasarkan hasil asesmen Bank Indonesia serta aspirasi dari Perbankan di Kab. Aceh Barat dan sekitarnya, keberadaan Kas Titipan dinilai masih diperlukan dan diusulkan agar dapat dibuka kembali dengan BSI KC Meulaboh Imam Bonjol 1 sebagai bank pengelola.

Dalam seremoni pembukaan kembali Kas Titipan Bank Indonesia di Meulaboh, turut hadir Sekda Kab. Aceh Barat, jajaran Forkopimda, dan Pimpinan Perbankan di Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Jaya. 

Manager BSI Area Meulaboh, Abdul Azis S.W. dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia atas kepercayaannya kepada BSI sebagai Bank Pengelola Kas Titipan. 

"Hadirnya Kas Titipan sangat membantu Perbankan dalam memenuhi kebutuhan uang sehingga biaya cash handling lebih efisien." ujarnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, T. Amir Hamzah, menyampaikan bahwa pembukaan kembali Kas Titipan di Meulaboh merupakan komitmen Bank Indonesia dalam mewujudkan clean money policy. 

"Beberapa faktor yang mendorong urgensi pembukaan kembali Kas Titipan di wilayah Meulaboh antara lain proyeksi pertumbuhan ekonomi, tren peningkatan inflasi, karakteristik kebutuhan uang yang cenderung net outflow, serta kondisi geografis Kab. Aceh Barat yang terletak cukup jauh dari Kota Banda Aceh tempat keberadaan Bank Indonesia." terangnya.

Sementara itu, Sekda Aceh Barat, Marhaban, mengapresiasi beroperasinya kembali Kas Titipan di awal bulan Ramadhan sehingga dapat memudahkan Perbankan dalam melayani kebutuhan uang masyarakat Aceh Barat dan sekitarnya terutama dalam momentum menjelang hari raya Idul Fitri.

Rangkaian kegiatan seremoni dilanjutkan dengan pertemuan antara Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh dengan Pimpinan Perbankan di wilayah Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Jaya. 

Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai kesiapan Perbankan dalam melayani penukaran uang pecahan kecil dalam rangka memasuki bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. 

Perbankan berkomitmen untuk memberikan layanan optimal sehingga masyarakat dapat menukarkan uang pecahan kecil di setiap kantor cabang Bank.

×
Berita Terbaru Update