Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Nelayan Diharapkan Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Transportasi Laut

Rabu, 23 Maret 2022 | 18.11 WIB Last Updated 2022-03-23T11:11:20Z
Sabang – Wali Kota Sabang yang diwakili Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Sabang, Andri Nourman AP. M.Si menghadiri Pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat Kepelautan dan Nelayan, yang diselenggarakan Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh bekerja sama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Sabang.

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Sabang, Andri Nourman AP. M.Si mengatakan tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dan keamanan dalam dunia transportasi laut harus terus ditingkatkan. Dengan memberikan pelatihan dan edukasi kepada para nelayan, tentunya akan meminimalisir terjadinya kecelakan di laut.

“Ini merupakan salah satu bentuk hadirnya Pemerintah akan kepedulian terhadap keselamatan dan keamanan di transpotasi laut,” kata Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Sabang, Andri Nourman AP. M.Si, di Gedung Dharma Wanita Navigasi Sabang, Selasa (22/03/2022) siang.

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Sabang berharap para peserta diklat dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, agar ilmu yang diperoleh bisa dijadikan modal untuk meningkatkan prestasi kerjanya dan membuka peluang untuk mendapatkan pekerjaan.

“Kami juga berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas SDM dan kompetensi masyarakat agar dapat bekerja di dunia transportasi laut baik di kapal layar maupun sebagai nelayan, secara profesional,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Poltekpel Malahayati Aceh Dr. Capt. Tri Cahyadi M. H. M. Mar, menjelaskan kegiatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat Kepelautan dan Nelayan ini hadir untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap keselamatan dan keamanan di dunia transportasi laut serta memberikan sertifikasi kepada para nelayan di Kota Sabang.

“Sertifikasi ini dibutuhkan bagi para nelayan, maupun awak kapal dalam melaksanakan tugas di atas kapal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena dalam pelaksanaannya, tranportasi laut sangatlah mengutamakan keselamatan, keamanan dan efisiensi,” ujarnya.

Diklat Pemberdayaan Masyarakat Kepelautan dan Nelayan ini berlangsung selama lima hari mulai dari tanggal 22 sampai 26 Maret 2022. Peserta diklat berjumlah 350 yang berasal dari masyarakat nelayan Sabang dan sekitarnya.

Total jumlah output sertifikat yang diberikan sebanyak 350 sertifikat, dengan rincian 175 sertifikat untuk Basic safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM ), 73 sertifikat Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 30 Mil Mesin, 102 sertifikat Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 Mil Mesin.
×
Berita Terbaru Update