Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

ISBI Aceh Kunjungi Tempat Komunitas Tikar Pandan

Jumat, 25 Maret 2022 | 10.17 WIB Last Updated 2022-03-25T03:17:53Z


Banda Aceh
- Pada hari senin, 14 Maret 2022, pukul. 10.00 WIB para mahasiswa/I dari Program Studi Seni Rupa Murni ISBI Aceh bersama dosen-dosen Prodi pergi mengunjungi tempat Komunitas Tikar Pandan yang berada di Jln. Sudirman VI No.9, Kampung Geuceue Iniem, Kota Banda Aceh. Dalam rangka melaksakan kegiatan Kuliah lapangan dengan tema “Seni Kolektif”. Komunitas tikar merupakan  komunitas yang menjadi pusat kajian yang memberdayakan rakyat dalam bidang kebudayaan emansipatoris, termasuk sastra dan seni secara umum, untuk mendorong terciptanya tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial di profvinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Mengingat perjalanan komunitas tikar pandan yang telah melakukan berbagai macam kegiatannya yang sudah banyak dan prosesnya sudah Panjang, di lokasi komunitas ini terdapat banyak lukisan, buku-buku dan juga arsip yang berisikan informasi tentang program dan kegiatan. yang menarik untuk dibaca dan di apresiasi

Di sana kami duduk membentuk pola lingkaran dan mendengarkan materi tentang “Seni Kolektif” dengan sudut pandang  Komunitas Tikar Pandan sebagai pelaku. Pemateri pertama memperkenalkan diri, beliau Bernama Muhammad Yulfan, SH. Mulanya beliau bercerita bahwa Tikar Pandan ini telah berdiri sejak tahun 2002, anggota komunitas tersebut masing-masing mempunyai latar belakang yang berbeda, mulai dari lulusan kedokteran, hukum, agama, pendidikan dan seni budaya. Beberapa Program yang telah dibuat oleh Tikar Pandan adalah Kelas menulis, dan aktifitas seni budaya lainnya. Dari beberapa kegiatan tersebut dibahas tentang apa saja yang telah mereka alami dalam prosesnya. Hadirnya program-program dari  komunitas tikar pandan adalah program yang menyoroti isu-isu yang ada di tengah kehidupan masyarakat. Komunitas ini biasanya melakukan riset ke tempat yang menjadi sorotan, mengumpulkan data kemudian bermusyawarah tentang bagaimana strategi yang tepat untuk mengedukasi atau memberi pembahasan kepada publik tentang isu yang disoroti.  Pada  kurun waktu 2004-2006, ketika masa pasca tsunami aceh, komunitas Tikar pandan melakukan berbagai kegiatan guna menghibur masyarakat, yang sedang dalam masa trauma healing pasca tsunami dengan salah satunya melalui pendekatan seni dan budaya. Dan pada tahun 2007-sekarang Tikar Pandan masih aktif melakukan kegiatan-kegiatan untuk mengangkat isu-isu sosial


Pemateri kedua adalah bapak Azhari Ayubi. Dalam penjelasan materinya Beliau menjelaskan bahwa seni Kolektif adalah suatu upaya yang membutuhkan ruang lingkup yang cukup luas, dan juga jika memandang dari sisi seni rupa,  Komunitas Tikar Pandan tidak terlalu banyak menyiarkan isu melalu pameran, karena dari riset dan survei pendekatan mereka dengan masyarakat di Aceh tengah itu lebih mudah melalui penampilan seni pertunjukan yang biasa mereka sebut Didong. Sebab tidak semua masyarakat pada saat itu fasih dalam membaca Bahasa visual dalam karya seni rupa. Sehinggan  dengan pendekatan seni pertunjukan Didong tampaknya lebih efektif sebagai pendekatan dari pada membuka ruang pamer ataun sekedar menuangkan isu kedalam karya seni lukis. Setelah pemaparan dari kedua pemateri di komunitas tikar pandan ini terjadi diskusi dan aktifitas  tanya jawab dari beberapa orang mahasiswa seni rupa murni ISBI Aceh. Diskusi dan tanya jawab ini terjadi karna mahasiswa ingin mendapatkan pemahaman yang lebih dalam sebagai upaya untuk menyingkronkannya dengan keilmuan-keilmuan yang telah mereka pelajari di perkuliahan.

Setelah kegiatan Kuliah Lapangan tersebut selesai, Program tersebut kemudian berlanjut sampai pada kegiatan berkarya bersama di Kampus-B ISBI Aceh. Para Mahasiswa/I yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan kuliah lapangan kemudian akan dituntut untuk membuat karya dengan tema bagaimana kerja kolektif tersebut diterjemahkan kedalam penciptaan karya seni lukis. Yang artinya karya-karya yang dibuat merupakan penggambaran dari wawasan yang telah didapat dari kegiatan kuliah lapangan sebelumnya. Kemudian, setelah karya-karya itu selesai selanjutnya akan dipajang di ruangan studio seni rupa.

Tulisan dari Siti Maharani

191225108

Mahasiswi Prodi Seni Rupa Murni JSRD ISBI Aceh

 

×
Berita Terbaru Update