Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

HUT Serambi Indonesia, Pemerintah Aceh Terima Anugerah “Penyambung Konektivitas antar Daerah”

Sabtu, 12 Maret 2022 | 12.52 WIB Last Updated 2022-03-12T05:52:58Z
Banda Aceh – Pemerintah Aceh menerima anugerah Serambi Awards Tahun 2022 katagori “Penyambung Konektivitas antar Daerah” dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Harian Serambi Indonesia ke 33, Jumat malam 11 Maret 2022. Dalam kegiatan yang berlangsung di Meuligoe Gubernur Aceh itu Serambi Indonesia memberikan penghargaan kepada 66 nominator yang terpilih.

Nominator itu antara lain berasal dari lembaga pemerintah dan swasta, perusahaan BUMN/BUMD, dan perguruan tinggi yang dinilai melakukan inovasi di bidangnya masing-masing.

Selain Pemerintah Aceh, sejumlah individu juga mendapat penghargaan. Di antaranya Wali Nanggroe Aceh Ketua DPRA, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh serta sejumlah lainnya.

Gubernur Nova dalam sambutannya pada acara itu mengucapkan selamat kepada Harian Serambi Indonesia kehadirannya selama 33 tahun di Aceh. Keberadaan Harian Serambi selama ini disebut telah banyak berbuat hal positif untuk pembangunan Aceh, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan ‘right to know’ atau hak untuk tahu.

Keterbukaan informasi itu disebut sangat berperan mendorong terciptanya transparansi dan akuntabilitas di berbagai bidang.

“Kita berharap semangat independensi yang dijunjung tinggi oleh Harian Serambi dapat terus menjadi landasan dalam menyebarkan informasi-informasi yang akurat, seimbang dan berkualitas, sehingga masyarakat kita semakin cerdas dan tahu setiap perkembangan yang terjadi,” ujar Nova.

Nova juga menyatakan menyambut baik penghargaan untuk kategori “Penyambung Konektivitas antar Daerah” yang diterima pemerintah Aceh.

“Kami tentu menyambut baik penghargaan ini, dengan harapan agar langkah Pemerintah Aceh dalam menghubungkan satu wilayah dengan wilayah yang lainnya terus mendapat dukungan,” kata Nova.

Nova lantas menjelaskan sejumlah pekerjaan berat yang dilakukan pemerintah Aceh terkait menyambung konektivitas antar daerah. Pihaknya, kata Nova, menargetkan pada tahun 2024 semua wilayah di Aceh akan terkoneksi dengan baik, sehingga akses transportasi antar wilayah lebih mudah, lebih singkat dan lebih cepat.

Nova juga mengutip data BPS yang menyebut Aceh memiliki luas sekitar 58 ribu Km² dengan jumlah penduduk 5,3 juta jiwa yang tersebar di 18 Kabupaten dan 5 kota. Total jalan yang dapat diakses masyarakat Aceh disebut mencapai 23.650 Km.

Dari semua jalan itu, lanjut Nova, yang terbesar adalah porsi jalan Kabupaten/kota yang mencapai 19.766 Km atau 84 persen dari total semua jalan di Aceh. Sementara jalan provinsi hanya sepanjang 1.781 Km atau sekitar 7 persen. Selebihnya, sekitar 8 persen atau sepanjang 2.102 km disebut merupakan jalan nasional.

Begitu pun, lanjut Nova, sampai tahun 2019, belum semua daerah di Aceh terkoneksi satu dengan yang lain. Ada sejumlah wilayah yang dikatakan masih terisolir, khususnya yang berlokasi di pedalaman.

“Karena itu, salah satu prioritas pembangunan yang dijalankan Pemerintah Aceh adalah meningkatkan kondisi jalan agar akses antar wilayah semakin cepat,” kata Nova.

Sejak tahun 2020, Pemerintah Aceh dikatakan telah mencanangkan pembangunan 11 ruas jalan provinsi dengan jumlah anggaran mencapai 2,4 triliun melalui skema kontrak tahun jamak atau multi years contract (MYC). Jalan tersebut, antara lain jalan tembus dari Aceh Timur, Gayo Lues ke Aceh Barat Daya, meliputi; jalan Peureulak – Lokop – batas Gayo Lues, batas Aceh Timur – Pining – Blangkejeren, Blangkejeren – Tongra – Batas Aceh Barat Daya dan jalan batas Gayo Lues – Babahrot Aceh Barat Daya.

Kemudian Pembangunan Jalan yang menghubungkan antara Aceh Selatan dengan Aceh Singkil yaitu Jalan Trumon – batas Singkil dan batas Aceh Selatan – Kuala Baru – Telaga Bakti Aceh Singkil.

Sedangkan Jalan Jantho – batas Aceh Jaya merupakan konektivitas jalan Nasional lintas timur dengan lintas barat Provinsi Aceh dan terhubung langsung dengan jalan TOL SIBANCEH.

Demikian juga dengan Jalan batas Aceh Timur – Kota Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang serta jalan Lingkar Simeulue yaitu; jalan Sinabang – Sibigo dan Nasreuheu – Lewak – Sibigo.

Di samping membuka jalan baru di kawasan pedalaman, lanjut Nova, pembangunan jalan tol Aceh yang menjadi bagian dari jalur Trans Sumatera juga terus diperkuat.

Nova juga menjelaskan, bahwa Jalan Tol Sigli-Banda Aceh sepanjang 74 kilometer akan tersambung secara keseluruhan paling lambat awal tahun 2023. Selanjutnya menyusul jalan tol dari Sigli ke Aceh Utara dan seterusnya, hingga nantinya jalan tol itu terhubung dengan wilayah Langkat, Sumatera Utara.

“Demikian juga dengan program tol laut Aceh, beberapa di antaranya sudah mengalami progress sangat menggembirakan. Akses masyarakat untuk bepergian ke Sabang, ke Pulau Banyak Aceh Singkil, ke Simeulue, ke Pulo Aceh, kini semakin lancar dengan beroperasinya Kapal Aceh Hebat,” ujar Nova.

Nova berharap, dengan semakin mulusnya jalur transportasi, aktivitas ekonomi berjalan lebih menguat. []

×
Berita Terbaru Update