Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

92 Persen Tenaga Kerja di SBA Adalah Masyarakat Lokal

Kamis, 17 Maret 2022 | 08.01 WIB Last Updated 2022-03-17T10:45:18Z
Banda Aceh - Kehadiran Pabrik Semen Solusi Bangun Andalas di Aceh, telah membuka lapoangan pekerjaan kepada sejumlah masyarakat di Kabupaten Aceh Besar, khususnya dan Aceh umumnya, mengapa tidak 92 persen tenaga yang dipekerjaan di Pabrik Semen pertama di Aceh itu merupakan tenaga kerja lokal. 

Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Jendral Maneger PT SBA Aceh melalui Bagian kehumasan Farabi, di Banda Aceh, Rabu (15/3).

"Sembilan puluh dua persen tenaga kerja di SBA merupakan tenaga kerja lokal "Aceh", selebihnya adalah tenaga dari luar Daerah," kata Farabi.

Kecuali menampun sejumlah tenaga kerja dari dalam Daerah Aceh, SBA juga setiap tahun menyediakan CSR yang diperuntukan kepada dua Kecamatan bertetangga dan merupakan wilayah lingkungan pabrik beroperasi, yakni Kecamatan Lhoknga dan Kecamatan Leupung.

"Untuk CSR setiap tahun perusahaan menyediakan senilai tiga milyar," sebutnya.

Farabi yang saat itu menjamu pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh berharap dapat menjalin kerjasama yang harmonis dengan semua pihak, terutama insan pers, masyarakat dan semua leding sektor dalam rangka membangun Aceh kedepan.

"Kami mengharapkan terbangun kerjasama yang baik dengan SPS Aceh dan menjadi mitra kerja dalam membangun Aceh ke depan," harapnya.

Terkait dengan perkembangan PT SBA atau Pabrik Semen di bibir Pantai Lhoknga itu, turut mengalami pengaruh pasca pandemi Covid-19 yang melanda selama ini, sehingga di sektor produksi maupun aktivitas yang berlangsung hari-hari berdampak.

Farabi juga menyebutkan bahwa produksi PT SBA saat ini tercatat sebesar 1,8 ton pertahun. Untuk peredaran Semen Andalas belum tercaver ke 23 Kabupaten Kota di Aceh.

"Tidak semua kabupaten kota tercaver oleh SBA," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut PT. SBA mengaku sangat Well Come bagi siapapun dan tidak pernah menutup diri dalam berbagai hal dan perkembangan yang terjadi dan harapan masyatakat yang  suarakan, namun dia berharap untuk tidak selalu menghakimi dan mengedepankan agresif.

"Harapan kita setiap sesuatu hal itu tidak hanya datang dari sebelah pihak, tetapi juga harus dikedepan azas tak bersalah dan kebenaran informasi tertentu yang diterima," harap Farabi.

Farabi mengaku optimis seiring terjalinnya kemitraan dengan SPS Aceh, dapat mendorong keharmonisan antara pelaku usaha dan publik, demi terwujudnya pembangunan yang berkesinambungan di Aceh ke depan.

"Semoga kemitraan ini dapat terus terjalin dan kami pihak SBA siap menjadi mitra SPS dan Insan pers," tukas Farabi.

Sementara, Ketua terpilih SPS Aceh, Mukhtarruddin Usman, atas seluruh Pengurus SPS Aceh periode 2022-2026 mengucapkan terimakasih atas jamuan pihak PT SBA  Aceh, sehingga sudah dapat berkomunikasi langsung dengan pihak internal PT. SBA selaku perusahaan yang mengendalikan produk kebutuhan primer masyarakat di Aceh. 

"Selaku Organisasi perusahaan pers kami akan terus membangun kerjasama dengan berbagai pihak di Aceh, guna terwujudnya perusahaan yang mapan dan menjamin kesejahteraan bagi insan pers yang bernaung di perusahaan perusahaan pers yang bernaung di SPS," kata Mukhtar.

Mukhtar juga mengaku prihatin atas sejumlah hal yang menimpa SBA selama ini khususnya yang melibatkan para pekerja pers yang terkesan tidak profesional dalam memberitakan sesuatu perkara yang belum pasti kebenarannya, seperti yang diutarakan oleh Humas PT. SBA, Farabi.

"Mudah-mudahan hal seperti itu tidak terjadi lagi ke depan, sehingga kehadiran pers di Aceh turut menjadi pendukung pembangunan ke arah yang lebih baik di masa mendatang," timpalnya.

Pertemuan antara PT.SBA Aceh dan SPS Aceh tersebut merupakan salah satu program SPS Aceh periode ini dalam membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk mewujudkan pekerja pers yang profesional ke depan.

"Sejumlah mitra menyampaikan keluhan dan curhat tentang pelaku sejumlah pekerja profesi pers selama ini, maka kita berharap wartawan yang bekerja di perusahaan di bawah naungan SPS Aceh ke depan harus bertindak secara profesional," demikian harap Mukhtar.
×
Berita Terbaru Update