Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Dua Tokoh Nasional Kuliah Umum Pancasila di USK

Senin, 28 Februari 2022 | 12.53 WIB Last Updated 2022-02-28T05:53:45Z
Banda Aceh - Dua tokoh nasional yaitu Mantan Anggota DPR RI  Ir. Hasto Kristiyanto, M.M dan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS mengunjungi Universitas Syiah Kuala untuk menyampaikan kuliah umum tentang revitalisasi nilai-nilai Pancasila di Gedung AAC Dayan Dawood. Minggu, ( 27/02/2022).

Kuliah umum  yang dihadiri sivitas akademika USK ini mengangkat tema,  “Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila di Kalangan Sivitas Akademika Perguruan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045”.

Rektor USK Prof. Dr. Samsul Rizal, M.Eng., IPU. Asean Eng mengatakan, kuliah umum ini sangat penting untuk menumbuhkan kembali kesadaran terhadap nilai-nilai luhur Pancasila, yang akhir-akhir ini mulai pudar dalam masyarakat.

“Sebab, nilai-nilai Pancasila ini sangat penting untuk memperkuat karakter masyarakat kita, khususnya generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin atau pelaku pembangunan negara ini,” ucap Rektor.

Pada kesempatan ini Hasto menjelaskan, bicara revitalisasi Pancasila maka syaratnya adalah kita harus terlebih dahulu membongkar mentalitas terjajah dalam diri kita. Termasuk di antaranya mentalitas ketergantungan pada barang impor.

Karena itulah, Hasto menilai, USK sebagai perguruan tinggi harus mampu melahirkan riset dan inovasi dengan mengoptimalkan potensi yang ada di Indonesia. Kampus harus mampu melahirkan riset-riset unggulan sehingga mampu mendorong kemandirian bangsa. Sebab menurutnya, riset dan inovasi adalah pilar penting bagi kemajuan Indonesia.

“Maka universitas harus menjadi pusat kemajuan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tapi kemajuan yang seperti apa? Kemajuan yang berakar dari yang kita miliki,” ucapnya.

Selain itu, Hasto menilai perguruan tinggi juga harus mampu menjadi pusat inovasi bagi mahasiswa. Sebab pengkaderan pemimpin bangsa pada berbagai level kepemimpinan dimulai dari kampus.

Selanjutnya, Rokhmin mengatakan dirinya merasa sangat terhormat bisa hadir di USK. Ia mengakui, saat ini USK merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Adapun kunjungan ke USK ini adalah kampus keenam yang ia kunjungi untuk mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila.

Sebab Rokhmin menilai, kunci kemajuan bangsa adalah perguruan tinggi. Karena fakta menunjukan hampir semua level kepemimpinan itu adalah anak kandung dari perguruan tinggi.

“Oleh karena itu, jika kita ingin mewujudkan kemakmuran daerah atau negara maka start-nya  adalah mendorong perguruan tinggi menjadi world class university,” ujarnya.

Selanjutnya, Rokhmin menilai syarat untuk menuju Indonesia yang maju pada tahun 2045 adalah pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkualitas, yaitu pertumbuhan ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar

Lalu, pertumbuhan ekonomi juga harus inklusif yaitu dapat dirasakan manfaatnya secara merata oleh masyarakat. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga harus berkelanjutan.

Menurut Rokhmin, semua karakter pertumbuhan ekonomi tersebut dapat terwujud jika Indonesia dapat menerapkan secara optimal ekonomi berbasis Pancasila, ekonomi yang green dan berbasis digital.

“Jika pertumbuhan ekonomi seperti ini bisa terwujud, maka Insya Allah tahun 2045 kita tidak sakit, tapi menjadi kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia,” ucapnya.

Terkait hal ini pula, Rokhmin mengharapkan USK bisa melahirkan lulusan yang unggul yaitu lulusan yang kompeten pada ilmunya, kreatif dan inovatif serta menguasai teknologi digital.

Maka Rokhmin mengusulkan USK dapat melahirkan Program Studi baru yaitu Nano-Bioteknologi Perairan, Ilmu Teknologi dan Manajemen Lingkungan. Serta penambahan mata kuliah baru yaitu Teknologi dan Ekonomi Digital, Ekonomi Hijau dan Ekonomi Pancasila. (*)
×
Berita Terbaru Update