Breaking News

Dua Hari Pertemuan Ulama Aceh, Ini Kata Abi Lampisang

Banda Aceh - Majelis Ulama Aceh murni mengadakan silaturahmi bersama tokoh Provinsi Aceh satukan ide Politik Aceh sekarang  yang sangat carut-marut, untuk mengubah pola pikir masyarakat Aceh hari ini jangan lagi memberi suara manis belaka tapi hasilnya nihil.

"Benar hasil Rapat Majelis Ulama Aceh menyampaikan Melalui Tgk. H. Ahmad Tajuddin panggilan akrab (Abi Lampisang) melalui media ini, di Aceh Besar, Kamis (11/11/2021).

Sebutnya, semua para ulama-ulama yang hadir sependapat mengeluarkan rekomendasi membentuk partai politik lokal (Parlok) baru di Aceh, Ketua Umum Pusat Partai Gabthat menyampaikan untuk Pengurus Dewan Majelis Tinggi atau Dewan Kehormatan berdasarkan hasil dari musyawarah partai dasar dengan keputusan yang ditetapkan oleh Ulama Aceh. 

"Bahwa dalam memutuskan sikap politik lokal terhadap persoalan pelayanan publik kita semua harus dapat memahami butir-butir MoU Helsinki Finlandia tahun 2005, dan untuk mengurus Aceh tanpa petunjuk Ulama ini sama saja seperti perahu tidak ada nahkoda." ujar Abi.

Sebut Abi Lampisang lagi, Selain itu ulama juga menyarankan kepada lintas partai-partai politik untuk mengkaji peluang pembentukan Dewan Syariah Siyasah (DSS) agar kebijakan ini semoga tokoh partai politik di Aceh sejalan dan kokoh dalam menjalankan Syari'at Islam di bumi Seuramoe Mekkah.

Abi menerangkan bahwa rekomendasi Ulama Aceh ini merupakan Momentum untuk memperbaiki Politik Santun, Sehat dan Bermartabat ini tawaran Ulama Aceh kepada Petinggi Partai Politik Gabthat nantinya hadir dalam pesta Demokrasi NKRI agar dapat memperjuangkan apa poin yang telah dihasilkan  dalam acara Silaturahmi Ulama yang diselenggarakan di Gedung Hj Yusriah, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, pada 10-11 November 2021.

"Ratusan Ulama, ini dari setiap kabupaten/Kota se-Aceh yang hadir dari yang muda sampai yang yang tua dengan tujuan sama membahas dinamika perpolitikan di Aceh yang ingin Para Ulama lakukan untuk perbaikan politik kedepannya, dalam catatannya tanda kutip di daerah-daerah komitmen dengan soliditas menjaga perdamaian di Serambi Mekkah ini." tutupnya Tgk. H. Ahmad Tajuddin.(Red)