Breaking News

Suara Anak Untuk Laut : Aksi Lingkar Remaja Sabang Menyuarakan Kepedulian Pada Kebersihan Pantai dan Laut

Sabang - Berdasarkan data dari Indonesia National Plastic Action Partnership yang dirilis April 2021, setiap tahunnya Indonesia menghasilkan 6,8 juta ton sampah plastik dan 9% atau sekitar 620 ribu ton masuk ke sungai, danau dan laut. Atas hal tersebut, pemerintah Indonesia telah menetapkan target strategis untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke laut sebesar 70% di tahun 2025. Di provinsi Aceh, peningkatan jumlah sampah naik tajam dari 1.150 ton per hari menjadi 1.230 ton per hari. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dibutuhkan keterlibatan semua pihak  dari berbagai kalangan usia.

Pada hari Minggu, 21 November 2021, Lingkar Remaja Sabang, Forum Anak Kota Sabang (FAKOSA) dan Remaja Mesjid Babussalam menggelar Aksi bersama melalui kegiatan *Suara Anak untuk Laut dengan tema ‘ Kita Jaga Laut, Laut Jaga Kita ‘*
 
Kegiatan ini merupakan aksi kampanye yang dikemas dengan cara berbeda. Para remaja Kota Sabang menyuarakan pesan-pesan untuk menjaga lingkungan melalui atraksi seni, seperti syair dan pantun Aceh, musikalisasi puisi, serta nyanyian. Selain itu, dalam acara ini, para peserta yang hadir juga bersama-sama membaca deklarasi ‘Suara Anak Untuk Laut’. Acara ini ditutup dengan aksi membersihkan pantai yang dilakukan bersama oleh seluruh peserta.

Miftahul Fahmi, ketua panitia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini terwujud melalui kerjasama yang baik antar organisasi remaja di Kota Sabang. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun dan dilaksanakan lebih besar agar lebih banyak remaja dan anak-anak kota Sabang yang terlibat.

Selanjutnya, Anas Fakhruddin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang yang membuka kegiatan tersebut dalam sambutannya menyampaikan bahwa budaya untuk tidak membuang sampah sembarangan harus diajarkan kepada generasi muda Sabang, agar masa depan pariwisata lebih terjamin.

“Generasi Sabang harus memiliki kepekaaan dan budaya untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena dua prinsip utama inilah yang harus dimiliki oleh anak muda Kota Sabang kalau ingin lautnya tidak tercemar oleh sampah. Banyaknya sampah yang bertebaran di pantai dan laut akan merusak masa depan Kota Sabang sebagai Kota pariwisata bahari ” 
“kami juga sangat berterima kasih kepada Yayasan Aceh Hijau ,UNICEF dan organisasi remaja kota Sabang yang berkolaborasi untuk melaksanakan kegiatan ini” tutupnya.
 
Project Manager Aceh Hijau, Maulina Sari, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini adalah merupakan langkah awal yang baik untuk memulai kebiasaan baru yang diprakarsai oleh remaja Kota Sabang. Harapannya kegiatan ini bisa memantik semangat anak muda Kota Sabang untuk menjaga laut dan pantai Kota Sabang.
 
“Kegiatan ini menjadi awal yang baik yang diwujudkan oleh remaja kota Sabang melalui kreativitasnya. Para remaja yang terlibat sudah memiliki kepekaan untuk lebih peduli alam sekitarnya. Kegiatan ini harapannya bisa menjadi pemantik semangat anak muda untuk senantiasa menjaga laut dan pantai Kota Sabang. Semoga aksi-aksi remaja berikutnya bisa melibatkan lebih banyak anak muda Sabang yang akan terlibat. “ Katanya.