Breaking News

Banda Aceh Tuan Rumah Cabor Layar PON, Aminullah Siapkan Lahan untuk Venue

Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyambut baik rencana pembangunan venue Cabang Olahraga (Cabor) layar untuk penyelenggaraan PON 2024 di Banda Aceh.

Hal itu disampaikan Aminullah saat menerima kedatangan Wakil Ketua Umum KONI Aceh, T Rayuan Sukma, Kamis (17/6/2021) di Pendopo Wali Kota.

Bersama T Rayuan Sukma, hadir beberapa pengurus Pengprov Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Aceh, yakni Wakil Ketua II Jifri Rahmadani, Kabid Satpras Porlasi Mawardi dan Kabid Hukum Porlasi Suryadi Barasyi.

Sementara turut mendampingi Wali Kota, Kadisdikpora T Sahluna Polem dan Kabid Aset BPKK Harisman.

Usai mendengar laporan T Rayuan Sukma, Wali Kota  sangat mengapresiasi keseriusan KONI Aceh dan Porlasi yang mengajukan Banda Aceh sebagai tuan rumah cabang olahraga layar PON 2025 Aceh-Sumut.

Aminullah yang dikenal sebagai salah-satu tokoh yang sangat konsen membina olahraga ini mengatakan Pemko Banda Aceh siap menyediakan lahan untuk pembangunan venue tersebut.
"Tentunya kita sambut baik Banda Aceh ditunjuk sebagai tuan rumah. Kita siapkan lahan di Ulee Lheue, ada sekitar 1,2 hektar lahan yang bisa digunakan untuk dibangun venue layar," kata wali kota.

"Saya kira sepanjang tidak bertentangan dengan hukum kami sangat setuju, akan segera kita keluarkan rekomendasi untuk lahannya," tambah sosok yang dikenal dengan 'Carlos Aceh' ini.

Bukan hanya cabor layar saja, lanjut Aminullah jika masih ada cabang lain yang juga ingin dipertandingkan di 'Kota Gemilang', Pemko Banda Aceh siap memberikan dukungan.

Menurut wali kota, event sebesar PON akan memberi multiplier effect bagi masyarakat Banda Aceh. Karena akan ada perputaran uang yang sangat besar, dimana seluruh atlit, official dan pecinta olahraga di seluruh nusantara akan hadir di Banda Aceh. Semua sektor akan menikmati manfaatnya, mulai UMKM, penginapan hingga jasa transportasi.

Kemudian, lanjut Aminullah, jika venue tersebut dibangun di Banda Aceh dipastikan tidak akan mubazir dan terbengkalai usai PON berakhir, karena akan dimanfaatkan untuk infrastruktur penunjang sektor wisata.
"Saya pikir kalau dibangun di Banda Aceh, tidak akan jadi aset tidur, tidak akan terbengkalai karena bisa kita manfaatkan untuk infrastruktur pariwisata. Akan berdampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat," ujar Ketum MES Provinsi Aceh ini.

Ia juga mengatakan, venue layar yang akan dibangun dengan dana APBN senilai Rp 25 M itu akan menjadi infrastruktur penunjang sektor wisata karena Banda Aceh merupakan kota yang mengandalkan sektor pariwisata.

Selain itu, dengan adanya venue tersebut akan melahirkan bibit-bibit muda olahraga layar yang nantinya akan mengharumkan nama daerah di sejumlah event nasional dan bahkan internasional.

Sementara itu, T Rayuan Sukma mengatakan venue untuk olahraga layar yang akan dibangun tersebut sangat representatif, lengkap dengan mess atlit dengan jumlah 125 kamar. Tersedia hall juga dan fasilitas mushalla.

Venue tersebut akan dibangun dengan APBN dan diperkirakan menghabiskan dana Rp 25 M.

Diungkapkannya juga, dari 32 cabor yang dipertandingkan di Aceh, 80% diantaranya berlokasi di Banda Aceh karena ada beberapa venue yang telah ada yang akan direnovasi letaknya di ibukota Provinsi Aceh.(Red)