Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Prihatin Perkembangan penanganan COVID-19, Forum Dai Aceh Berikan Rekomendasi kepada Pemerintah Aceh

Kamis, 03 September 2020 | 20.41 WIB Last Updated 2020-09-03T13:41:50Z
Aceh - Sehubungan dengan perkembangan penyebaran COVID-19 di wilayah Aceh kian bertambah, Forum Dai Aceh meminta Pemerintah Aceh serius dalam menanggulangi penyebaran virus COVID-19, (3/9).

Ust. Masrul Aidi selaku Ketua Forum Dai Aceh yang dinobatkan oleh peserta Forum yang turut hadir beberapa da'i terkemuka di Aceh seperti Ust. Mursalin Basyah, Ust. Tamlicha Hasan, Ust. Agusri Syamsudddin, Ust. Husni Suardi serta para dai lainnya mendorong kepada Pemerintah Aceh agar  penanganan COVID-19 tersebut dapat terarah dengan membuka cakrawala dan berpikir cerdas serta menghargai peran semua pihak untuk membantu melindungi  masyarakat dari terpapar COVID-19

"Menyelamatkan jiwa dan raga manusia dari bencana merupakan kewajiban semua pihak terlebih pemegang kebijakan," jelasnya.

Pantauan media, di antara pembahasan dalam Forum Dai Aceh yang digelar tersebut menghasilkan beberapa poin penting dalam 4 aspek utama yaitu: 

1. Pencegahan Penyebaran COVID-19 
2. Penanganan Pasien
3. Penanganan Ekonomi Masyarakat 
4. Melindungi Jiwa dan Tatanan Kehidupan Masyarakat 

Forum Dai Aceh menyepakati bahwa keempat aspek tersebut terangkum dalam rekomendasi  berupa langkah-langkah kongkrit dan seimbang dalam penanganan COVID-19 secara serius.

Adapun Rekomendasi Forum Dai Aceh yang disampaikan ialah:
1. Pemerintah harus memiliki kebijakan yang sehat dan aturan yang linier serta komitmen tinggi dalam menanggulangi COVID-19 ini.

2. Menjalankan protokol kesehatan  sekaligus protokol syariah sesuai dengan penegakan syariat di Serambi Mekkah ini.

3. Mengedukasi masyarakat dengan menyampaikan informasi yang sehat dan benar serta penyuluhan kepada masyarakat dengan ilmu dan hikmah.

4. Tidak menyebarkan ketakutan, tapi menampilkan informasi yang seimbang dan menyejukkan.

5. Transparansi dalam penanganan pasien COVID-19, tindakan dan regulasi yang jelas dan berhak diketahui oleh masyarakat.

6. Pendekatan Agama dan Psikologi dalam mengajak partisipasi masyarakat mengikuti protokol kesehatan dan protokol syariah.

7. Peran ulama yang seutuhnya dengan menjadikan ulama sebagai panutan dan konsultan dalam kebijakan, bukan hanya menjadikan corong kepentingan sesaat untuk memperoleh kembali kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. 

8. Para Dai selalu berperan aktif dalam dakwah melindungi masyarakat dari terpapar COVID-19 dan bencana lainnya.

9. Meluruskan penanggulangan COVID-19 dengan tidak mengulangi kesalahan dalam aturan dan kebijakan yang membingungkan publik.

10. Berkaca kepada sejarah penyebaran wabah dan penyakit, dengan kajian yang menyeluruh

11. 'Amar Makruf Nahi Munkar selalu ditegakkan bersamaan dengan mengajak peran masyarakat mematuhi protokol dalam pencegahan penyakit. 

12. Penanganan jenazah korban COVID-19 dengan melibatkan keluarga untuk menumbuhkan kepercayaan yang utuh.

13. Membuka ruang kebahagiaan dengan memastikan sektor ekonomi tetap berjalan baik serta dipandu oleh edukasi yang seimbang.

14. Pencegahan jangka panjang dengan melibatkan semua komponen bangsa dan mengedepankan musyawarah.

15. Mensyiarkan doa dan zikir di tengah masyarakat guna menjadikan ketegaran rohani sebagai alat pelindung diri bagi masyarakat.

16. Pemerataan ekonomi umat dengan sadaqah, suntikan bantuan dan dukungan bagi usaha masyarakat

17. Memposisikan masyarakat sebagai bagian penting yang wajib dilindungi bukan sebagai objek yang harus ditekan dan ditundukkan. 

"Rekomendasi ini dipandang penting untuk menanggulangi dampak penyebaran COVID-19 yang telah menelan banyak korban baik dari kalangan masyarakat, pejabat, guru,  dokter dan tenaga medis lainnya," ujarnya.

"Bahkan penanganan saat ini terkesan setengah hati telah merontokkan tatanan kehidupan masyarakat, baik aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek keagamaan," tutupnya.  (Al-Khairi)

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update