Breaking News

MPP Aceh Besar Belum Difungsikan karena Terkendala Refocusing Anggaran

Aceh Besar - Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Aceh Besar sampai hari ini belum difungsikan karena terkendala anggaran yang di refocusing untuk penanganan COVID-19 pada 2020 lalu.

“2020 ada refocusing, sehingga tidak ada anggaran untuk MPP, kemudian pada 2021 anggaran terbatas hanya Rp800 juta, itu tidak cukup untuk perbaikan fisiknya,” kata Kepala DPMPTSP Aceh Besar Agus Husni kepada wartawan, Senin (10/1/2022).

Untuk memfungsikan MPP tersebut, kata Agus, masih dibutuhkan anggaran lebih kurang sebesar Rp3 miliar untuk mempersiapkan seluruhnya termasuk konter layanan hingga jaringannya.

Agus menuturkan, Pemerintah Aceh Besar merencanakan akan segera melaunching MPP tersebut pada Juni 2022 ini, dan peluncuran tersebut dapat dilaksanakan jika tidak ada lagi pemotongan anggaran.

“Kalau tidak ada refocusing lagi mungkin bulan enam bisa kita launching. Tapi kalau ada pemotongan anggaran tidak mungkin kita laksanakan, belum ada peralatan,” ujarnya.

Dirinya menuturkan, perencanaan awal MPP tersebut awalnya memerlukan anggaran hingga Rp8 miliar lebih, namun selama pandemi COVID-19 anggarannya hanya diberikan Rp800 juta.

“Kalau untuk launching sekitar Rp1,5 miliar lagi minimal, itu untuk dasarnya saja, nanti sambil berjalan dilakukan lagi penyempurnaan,” imbuhnya.

Ke depan, lanjut Agus, mereka kembali membuat perjanjian dengan 21 instansi untuk persiapan dan percepatan pelaksanaan MPP tersebut.

“Kita sudah koordinasi dengan bupati hingga DPRK Aceh Besar agar tidak potong anggaran untuk ini, dan semuanya sudah komitmen,” tutup Agus. (Red)