Breaking News

Dosen USK lakukan Pengabdian Masyarakat dengan mengoptimalkan Penggunaan Biomasa Kayu pada produksi Ikan Kayu (keumamah)

Banda Aceh - Tim dosen dari Universitas Universitas Syiah Kuala telah sukses melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Berbasis Produk kepada kelompok masyarakat di Gampong Deah Raya, Banda Aceh. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan melakukan konstruksi tempat produksi dan tungku selama 3 bulan dimulai April s.d Juni 2021, dilanjutkan dengan pelatihan dan monitoring sampai September 2021.

Tim pelaksana Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Berbasis Produk berjumlah 3 orang terdiri dari Dr.-Ing. Sri Haryani, S.TP., M.Sc – Ketua Program Pengabdian dari Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian USK, Hafidh Hasan, ST., MT – sebagai Anggota dari Jurusan Teknik Elektro dan Komputer, Fakultas Teknik USK dan Ir. Syahrizal, MT – sebagai Anggota dari Jurusan Teknik Elektro dan Komputer, Fakultas Teknik USK.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Berbasis Produk yang dilaksanakan adalah pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan positif yang dapat mendorong perekonomian masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan adalah Memperbaiki tempat proses produksi ikan kayu (keumamah), Memperkenalkan tungku dengan desain permanen untuk menggantikan tungku terbuka dengan desain darurat/sementara. Membuat rak penyimpan kayu agar kering dan berenergi tinggi, Memberikan dandang aluminium menggantikan drum bekas yang digunakan untuk merebus ikan tongkol, dan Memperkenalkan praktek produksi keumamah yang lebih baik untuk menghasilkan produk yang berkualitas, aman dikonsumsi dan higinis.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Berbasis Produk yang dilaksanakan di Gampong Deah Raya, Banda Aceh dilatarbelakangi oleh potensi daerah yang mendukung pemeliharaannya. Manfaat Kegiatan Pengabdian Ini adalah: Menciptakan lingkungan kerja yang lebih bersih dan lebih rapi, Tungku memperbaiki pembakaran menjadi lebih hemat dalam penggunaan kayu dibandingkan tungku terbuka sekaligus dapat menekan biaya produksi, Tungku memperbaiki pembakaran menjadi lebih bersih dan minim emisi asap sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman, sehat dan tentram.

Kegiatan dimulai pada bulan April 2021 dengan melakukan survei terhadap masyarakat di Gampong Deah Raya terkait masalah yang dihadapi. Survei dilakukan dengan metode wawancara kepada beberapa anggota masyarakat, yaitu bapak Zainuddin dan Bapak M. Djamil yang menjadi mitra dalam kegiatan ini. 
Para mitra menjelaskan bahwa masalah utama yang dihadapi adalah Proses perebusan sering terkendala karena kebutuhan kayu yang cukup banyak dan biaya yang besar. Melihat permasalahan ini, tim mencoba memberikan solusi dengan melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Berbasis Produk, Kegiatan yang dilakukan adalah mengoptimalkan Penggunaan Biomasa Kayu pada produksi Ikan kayu (keumamah).

Tim pelaksana dan mitra melakukan proses perebusan ikan menggunakan dandang dari drum bekas serta tumbukan biomasa kayu sebagai bahan bakar. Aktifitas produksi keumamah biasanya dilakukan 4 kali seminggu. Setiap minggu dihasilkan 320-400 kg keumamah dan setiap bulannya kira-kira 1,3-1,6 ton keumamah. Untuk memproduksi keumamah dalam jumlah tersebut dibutuhkan 4-5 ton ikan tongkol segar. Setelah ikan tongkol dikeringkan dan menjadi keumamah, keumamah ini dijual pada agen di Pasar Induk Lambaro. 

Hasil yang didapatkan oleh mitra dari pelaksanaan kegiatan ini sangat bermanfaat disebutkan mitra bahwa dengan penggunaan Tungku hemat energi yang menggunakan biomasa kayu dapat mengurangi biaya produksi, Tungku juga menciptakan kondisi ideal bagi kayu untuk terbakar sempurna, lebih bersih (minimal asap dan jelaga) hingga mengurangi biaya produksi, termasuk Mekanisme pengeringan biomasa kayu dengan rak yang terlindung dari cuaca untuk meningkatkan kualitas bahan bakar dan memaksimalkan energi (kalori) dari kayu, Dandang dari material food grade untuk memperoleh keumamah yang aman untuk dikonsumsi sekaligus terjaga kualitas nutrisinya sehingga menghasilkan ikan kayu atau keumamah yang berkualitas, bersih, hiegenis, aman untuk dikonsumsi masyarakat dan bergizi tinggi.

Bapak Zainuddin dan Bapak M. Djamil sebagai mitra dari kegiatan ini mengucapkan terimakasih kepada tim Pelaksana atas kegiatan ini. Para mitra mengatakan sejak awal memulai usaha produksi keumamah sampai dengan sekarang, teknik dan metode produksi keumamah tidak mengalami perubahan dan perbaikan yang berarti. Meskipun produk keumamah ini sangat mudah dipasarkan dan selalu dicari oleh konsumen. Namun keuntungan dari usaha ini rendah sehingga membatasi kemampuan mitra untuk melakukan inovasi dan pengembangan. Dengan program ini memberikan peluang bagi mereka untuk menekan biaya produksi sekaligus memperbaiki kualitas produk mereka.